Mengenal Apa Itu Hyperloop Ciptaan Elon Musk dan Cara Kerjanya

Tim Editor

Uji penumpang Virgin Hyperloop berhasil dilakukan, Minggu (8/11/2020) di Nevada, Amerika Serikat. (Foto: Richard Branson)

ERA.id - Ketika Matthew Murray memperkenalkan lokomotif uap di tahun 1812, satu hal yang terpampang dalam benaknya adalah menggunakan teknologi uap untuk mengangkut berton-ton barang atau penumpang. Setelah urusan itu kelar, dengan berbagai teknologi lanjutannya, para penemu pun beralih dari fungsi ke aspek lainnya: kecepatan. Di situlah ide soal kereta hyperloop ini bermula.

Istilah hyperloop tercatat pertama kali disebutkan oleh inventor Amerika Serikat, Elon Musk, pada tahun 2012. Di situ ia menyebutkan bahwa konsep awal hyperloop adalah alat transportasi berbentuk kapsul yang bergerak secara elektromagnetis dalam kanal bertekanan udara rendah. Karena bergerak tanpa hambatan udara, 'gerbong' berbentuk kapsul ini pun melaju dengan sangat cepat.

Lewat perusahaannya SpaceX dan Tesla, Musk lantas membuat sejumlah purwarupa. Yang pertama adalah Hyperloop Alpha. Konsepnya dirilis pada Agustus 2013, menggambarkan jalur hyperloop yang menghubungkan kota Los Angeles dan San Francisco yang berjarak 613 km.

Berikutnya, tim Musk merilis purwarupa Hyperloop Genesis via makalah yang menyebutkan bahwa dalam trek sepanjang 560 km (kira-kira sepanjang rute Jakarta ke Yogyakarta), gerbong hyperloop bisa bergerak hingga 1.200 km/jam. Sehingga, jarak itu pun bisa ditempuh hanya dalam waktu 35 menit saja.

Ya, cepat sekali.

Meski angka itu masih berupa estimasi saintifik (beberapa pakar memperkirakan kecepatan aktualnya mungkin setara 960km/jam), namun, sistem transportasi Hyperloop ini dinilai akan menjadi wajah masa depan transportasi. Tak hanya soal kecepatannya, kapsul hyperloop ini dijalankan dengan sistem nol BBM. Tak mengherankan bahwa ketika Tesla dan SpaceX berhasil mengkonstruksi kanal hyperloop di Washington DC menuju New York, proyek mereka mendapat pujian dari pengamat lingkungan.

"Kita berbicara tentang alat transportasi yang tidak kita miliki selama seratus tahun terakhir," kata Jay Walder, CEO Virgin Hyperloop, mengenai sistem kereta super cepat ini.

"Kita melihat sesuatu yang sanggup bergerak dengan sangat cepat, hingga 960 km/jam, berkapasitas besar, sangat dibutuhkan, fleksibel bisa mengangkut orang maupun barang, dan, lebih-lebih, sangat ramah lingkungan."

Virgin Hyperloop, perusahaan yang ditukangi oleh biliuner Richard Branson, juga baru saja membuat pencapaian dengan sukses menjalankan uji penumpang pertama pada sistem Hyperloop. Seperti diberitakan CNN, (9/11/2020), pada Minggu lalu di Las Vegas, Amerika Serikat, mereka berhasil membawa dua penumpang - keduanya jajaran direktur Virgin Hyperloop - dalam kapsul ruang hampa yang bergerak hingga 160 km/jam.

Virgin mengatakan trek ujicoba yang hanya 500 meter membatasi kecepatan yang bisa mereka capai dalam taraf aman. Namun, seperti disampaikan Giegel kepada CNN, alat transportasi hyperloop ini nantinya akan bisa bergerak dalam kecepatan pesawat terbang, namun, dengan penggunaan energi yang jauh, jauh, lebih kecil.

Masa depan hyperloop pun terhampar luas dan bahkan akan mengevolusi mobilisasi penduduk di suatu negara. Untuk Virgin Hyperloop sendiri, Giegel berencana bahwa sistem kapsul hyperloop komersil di masa depan harus bisa menampung 25 hingga 30 orang. Ia juga menarget layanan perusahaannya ini bisa mengangkut puluhan ribu penumpang setiap jamnya. Semua ini tentu bisa dilakukan asal satu urusan terpenuhi, yaitu bujet.

Diperkirakan bahwa Virgin Hyperloop masih perlu uang sebanyak 500 juta dolar AS (Rp7,02 triliun) untuk membangun fasilitas ujicoba. Fasilitas ini nantinya akan digunakan untuk mendapatkan sertifikasi atas teknologi Virgin Hyperloop. Kemungkinan besar teknologi ini akan bisa disertifikasi pada 2025 dan 2026. Setelah itu, proyek-proyek hyperloop bakal mulai dijalankan, yang pertama kemungkinan besar akan berada di Amerika Serikat.

Menarik melihat bagaimana kereta cepat hyperloop ini akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di masa depan. Singkatnya waktu perjalanan tentu saja akan membuka banyak pilihan soal pola kerja, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Barangkali nanti akan muncul kelas baru: kelas jet-set yang padat agenda, muncul di sana-sini karena mobilitas menjadi sangat mudah. Mungkin kelas ini akan dinamai kaum 'hyperlooper', orang-orang yang bergerak tanpa hambatan di ruang hampa.

Tag: transportasi

Bagikan: