Konflik Meluas ke Timur Tengah, Pakistan Akui Serang Markas Diduga Milik Teroris di Iran

| 18 Jan 2024 18:20
Konflik Meluas ke Timur Tengah, Pakistan Akui Serang Markas Diduga Milik Teroris di Iran
Pakistan serang Iran (Dok: X/zarrar_11PK)

ERA.id - Pakistan mengakui pihaknya melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran militan di Iran yang diduga menjadi markas dari para teroris. Serangan itu dilakukan menyusul kabar adanya rencana serangan besar yang akan diluncurkan kelompok tersebut.

"Pagi ini Pakistan melancarkan serangkaian serangan militer presisi yang sangat terkoordinasi dan ditargetkan secara khusus terhadap tempat persembunyian teroris di provinsi Sistan-Baluchistan, Iran," kata kementerian luar negeri Pakistan, dikutip AFP, Kamis (18/1/2024).

Menurut laporan, tindakan tersebut diambil berdasarkan “informasi intelijen yang kredibel mengenai kemungkinan terjadinya kegiatan teroris skala besar”, dan menambahkan bahwa “sejumlah teroris terbunuh”.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa setidaknya tiga wanita dan empat anak-anak tewas dalam ledakan di sekitar kota Saravan di tenggara negara itu.

Teheran dan Islamabad sering saling menuduh satu sama lain mengizinkan militan beroperasi dari wilayah masing-masing untuk melancarkan serangan, namun jarang sekali pasukan resmi dari kedua belah pihak terlibat.

“Pakistan sepenuhnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Islam Iran,” kata Kementerian Luar Negeri Islamabad.

“Satu-satunya tujuan dari tindakan hari ini adalah untuk mencapai keamanan dan kepentingan nasional Pakistan sendiri yang merupakan hal terpenting dan tidak dapat dikompromikan," sambungnya.

Serangan itu terjadi setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap kelompok Jaish al-Adl pada Selasa malam, setelah Teheran juga melancarkan serangan di Irak dan Suriah terhadap apa yang disebutnya sebagai “kelompok teroris anti-Iran”.

Islamabad mengatakan serangan di wilayahnya menewaskan "dua anak tak berdosa".

Kelompok Jaish al-Adl yang dibentuk pada tahun 2012 masuk daftar hitam oleh Iran sebagai kelompok teroris. Kelompok itu juga telah melakukan beberapa serangan di wilayah Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan pada hari Rabu bahwa Teheran menghormati kedaulatan Pakistan tetapi tidak akan membiarkan keamanan negaranya “dikompromikan atau dipermainkan”.

Islamabad menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran kedaulatan Pakistan yang tidak beralasan dan terang-terangan" dan memanggil duta besarnya untuk Iran dan menghalangi utusan Teheran, yang saat ini berada di Iran untuk kembali ke negara itu.

Pakistan belum merinci di mana serangan Iran pada hari Selasa itu terjadi. Namun media Pakistan mengatakan lokasinya dekat Panjgur di barat daya provinsi Balochistan, tempat kedua negara berbagi perbatasan sepanjang hampir 1.000 km.

Militer Pakistan telah melancarkan perjuangan selama puluhan tahun melawan separatis etnis Baloch di provinsi tersebut, wilayah terbesar namun termiskin di negara tersebut.

Beberapa jam sebelum serangan, Perdana Menteri Kakar bertemu dengan menteri luar negeri Iran di sela-sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

“Pelanggaran kedaulatan Pakistan ini benar-benar tidak dapat diterima dan dapat menimbulkan konsekuensi serius,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Rekomendasi