Ribuan Ton Amonium Nitrat Sudah Tersimpan 6 Tahun di Gudang yang Meledak di Lebanon

Tim Editor

Pray for Libanon menggema di media sosial (Foto Is)

ERA.id - Gudang tempat penyimpanan amonium nitrat, meledak hebat di dekat pusat Beirut, ibu kota Lebanon. Di gedung itu, amonium nitrat yang meledak, sudah tersimpan selama enam tahun lamanya.

Dikutip dari CNN, Rabu (5/8/2020), Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan, sekitar 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan di sebuah gudang di Beirut selama enam tahun. Pernyataan PM Diab itu dipublikasikan di situs web Kepresidenan Republik Lebanon.

Amonium nitrat adalah bahan utama dalam pupuk, campuran pembeku dan beberapa jenis bahan peledak. Zat tersebut telah digunakan dalam serangan teror, termasuk pemboman Gedung Federal Alfred P. Murrah di Kota Oklahoma pada tahun 1995.

Meski telunjuk mengarah kepada Amonium nitrat sebagai penyebab ledakan, tapi sebenarnya belum jelas betul apa yang menyebabkan peristiwa itu. Hingga saat ini, lebih dari 80 orang tewas. Ratusan orang lainnya luka-luka.

Perdana Menteri Diab mengaku akan melakukan investigasi serius, bagaimana timbunan bahan super berbahaya itu bisa disimpan dalam sebuah gudang tanpa adanya langkah-langkah pencegahan. Dia berjanji akan mencari tahu siapa orang yang paling disalahkan dalam peristiwa ini.

"Aku tidak akan beristirahat sampai kita menemukan orang-orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, meminta pertanggungjawaban mereka, dan menjatuhkan hukuman maksimum," lanjutnya.

Para pejabat Lebanon juga gerah dengan pernyataan pemerintah AS yang langsung menuding kalau ini serangan teror. Pemerintah AS mengaku masih menunggu penyelidikan resmi Lebanon.

Bagikan :


REKOMENDASI