Demonstrasi 'Black Lives Matter' Pecah Lagi di Seluruh Penjuru AS

Tim Editor

Seorang demonstran berorasi di depan Departemen Kepolisian San Fransisco, Rabu (23/9/2020). (Foto: Carlos Cabrera-Lomeli)

ERA.id - Ribuan warga di sejumlah kota di Amerika Serikat kembali turun ke jalan setelah pengadilan Louisville Rabu (23/9/2020) memutuskan tidak akan menghukum tiga polisi yang dituduh membunuh satu warga kulit hitam bernama Breonna Taylor.

Kini aksi demonstrasi telah menjalar ke puluhan kota di Amerika Serikat. Di Washington DC, seperti dilansir The Guardian, ratusan warga berkumpul di Black Lives Matter Plaza yang berada pas di depan Gedung Putih. Massa demonstran berteriak slogan yang terus bergaung selama bulan Juli hingga awal September lalu - "No Justice, No Peace" - sementara mobil yang melintas membunyikan klakson mereka sebagai tanda dukungan.

Sementara itu di kawasan Brooklyn, New York, para pengunjuk rasa berlutut di atas satu kaki sebagai tanda penghormatan kepada mendiang Breonna Taylor, seorang perempuan 26 tahun yang tewas tertembak pada 13 Maret 2020 lalu.

Selain di kedua tempat itu, kumpulan massa juga menyerukan nama Breonna Taylor di Los Angeles, Philadelphia, Kansas City hingga Indianapolis.

Breonna Taylor Memorial
Breonna Taylor Memorial in Downtown Lousiville, Selasa (22/9/2020) (Foto: Ryan van Velzer)

Aksi demonstrasi pada Rabu petang dimulai sekitar 9 malam dan dipicu putusan panel juri yang membebaskan tiga polisi kulit putih dari jeratan hukum meski terlibat dalam terbunuhnya Breonna Taylor di apartemennya. Panel juri hanya menyebut satu petugas, Brett Hankison, bertindak ceroboh karena menciptakan peluru nyasar di dekat TKP.

Kota Louisville sendiri langsung mengumumkan kondisi darurat pasca diumumkannya putusan tersebut. Jalanan kota tersebut ditutup bagi kendaraan mobil dan banyak kantor ditutup lebih cepat.

Sejak Rabu siang, polisi juga sudah bentrok dengan para pengunjuk rasa. Berdasarkan pantauan media internasional, empat pengunjuk rasa telah dibekuk dan dipaksa duduk di pinggir jalan dengan tangan diborgol.

Di saat yang sama, Departemen Kepolisian Metropolitan Louisville juga melaporkan bahwa per Rabu (23/9/2020) petang,  ada dua polisi di Louiville yang ditembak di tengah aksi protes tersebut.

Tag: amerika serikat black lives matter Rasisme

Bagikan: