Washington Makin Mencekam di Malam Pemilihan Umum

| 04 Nov 2020 07:45
Washington Makin Mencekam di Malam Pemilihan Umum
Gedung Putih di Washington D.C., Amerika Serikat. (Foto: Michael/Unsplash)

ERA.id - Ibukota Amerika Serikat, Washington D.C., Selasa (3/11/2020) sore dikabarkan senyap mencekam dengan pertokoan tutup lebih cepat dan jalanan lengang. Gedung apartemen dan pusat bisnis menutup setiap inci jendela di gedung mereka dengan tripleks.

Di jalan Black Lives Matter Plaza, yang menjadi saksi gelombang unjuk rasa di kota itu selama unjuk rasa musim panas lalu, pasukan penjagaan ketat telah bersiap menyambut gelombang pengunjuk rasa yang diperkirakan akan bergerak menuju Gedung Putih yang letaknya tak jauh dari situ. Pagar besi yang mengelilingi kompleks kepresidenan AS juga sudah penuh dengan plakat protes anti-Trump, seperti disampaikan The Guardian, Rabu (4/11/2020).

Pertokoan menutup jendela dengan triplek
Pertokoan di Washington D.C. menutup jendela kaca di gedung mereka dengan tripleks menjelang malam pemilihan umum, Selasa (3/11/2020) waktu setempat. (Foto: Larry Madowo/Twitter)

Beberapa orang dikabarkan datang ke Washington D.C. untuk mengantisipasi situasi yang selama beberapa saat mengusik perhatian publik AS, yaitu bahwa Presiden Donald Trump tidak akan dengan mudah mengakui hasil pilpres Amerika 2020, atau bahkan tidak akan dengan mudah melepaskan jabatannya di Gedung Putih.

"Menurutku Joe Biden akan menang. Namun, Donald Trump selalu berkata bahwa dia akan menolak proses peralihan kekuasaan," kata seorang warga AS yang bebricara pada The Guardian soal kenapa ia berada di dekat Gedung Putih pada hari pemilihan umum.

"Ia (Trump) telah mempersiapkan pengacaranya jika saja ia kalah, dan itulah kenapa kami semua berkumpul di sini malam ini, yaitu memberitahunya bahwa bila ia kalah, maka ia sungguh-sungguh kalah. Anda tidak bisa menantang proses pemilu. Itu tak mungkin berhasil."

Selain kawasan vital di pusat Washington D.C., gedung kantor pos AS, yang sejak 2016 telah menjadi hotel Trump Internasional, juga sudah dikelilingi pagar tambahan, meski tak semasif di kantor-kantor pemerintahan.

Hotel Trump Internasional selama ini dipandang menjadi bukti kolusi bisnis keluarga Trump terhadap privilese politik yang bisa mereka akses. Wakil-wakil diplomatik luar negeri hingga bos bisnis AS dikabarkan sering bermalam di tempat itu saat mereka menemui sang presiden dalam urusan resmi.

Hotel Trump di Washington DC
Hotel Trump International di Washington D.C. (Foto: David Corn/Twitter)

Dalam beberapa bulan terakhir, aktivis telah menggunakan tembok hotel Trump untuk memproyeksikan gambar jumlah korban meninggal akibat pandemi COVID-19 di AS. Petugas keamanan tak menampik kemungkinan bahwa gedung tersebut akan menjadi salah satu target unjuk rasa bila situasi memburuk di malam pemilihan umum.

Presiden Trump sendiri kabarnya batal menyaksikan penghitungan hasil pilpres AS 2020 di hotelnya tersebut. Ia mengganti rencananya dengan mengundang 400 pendukungnya ke pesta di dalam Gedung Putih. Apapun hasil pilpres, yang mungkin akan menyeruak Selasa malam waktu AS, atau Rabu siang WIB, Trump dan sekutu dekatnya kemungkinan akan bertahan di dalam Gedung Putih atau hotel Trump jika Kota Washington D.C. benar-benar tenggelam dalam tarik ulur kekuasaan pasca-pilpres 2020.

Rekomendasi