Pejabat AS Usul Olimpiade Tokyo Pindah ke Florida, Pakar: Gilanya Bukan Main

Tim Editor

Ilustrasi: Monumen olimpiade di Atalanta, AS. (Foto: Bryan Turner/Unsplash)

ERA.id - Pakar ekonomi dan kesehatan masyarakat mempertanyakan usulan pejabat tinggi negara bagian Florida, Amerika Serikat, soal pemindahan ajang Olimpiade 2021 ke Florida jika kelak Tokyo mengundurkan diri.

Melansir Huffington Post, dalam suratnya ke Komite Olimpiade Internasional (KOI), Kepala Keuangan Florida Jimmy Patronis mengutip laporan yang mengatakan bahwa Jepang kabarnya bakal membatalkan ajang Olimpiade Musim Panas 2021 karena alasan pandemi.

"Masih ada waktu bagi Florida untuk mengumpulkan para pejabat di tingkat negara bagian dan lokal dan merapatkan persiapan Olimpiade di Sunshine State," tulis Patronis mengacu ke nama populer negara bagian Florida.

"Saya dengan senang hati mengajukan Florida (sebagai penyelenggara Olimpiade) dan membantu Anda menemui pihak-pihak yang diperlukan."

Velodrome Olimpiade
Sirkuit velodrome Olimpiade. (Foto: Yomex Omo/Unsplash)

Patronis lantas membanggakan kapasitas hotel di negara bagiannya, ditambah "sistem transportasi yang terawat dengan baik." Ia juga mengatakan bahwa di Florida ada 12 universitas yang masing-masing memiliki fasilitas olah raga.

"Namun, yang terpenting, negara bagian kami memiliki para pemimpin yang berkomitmen dalam melaksanakan rencana ini," kata Patronis.

Victor Matheson, ekonom dari College of the Holy Cross dan pakar dampak ekonomi dari Olimpiade, mengatakan usulan Patronis "minta ampun gilanya." Ia memandang infrastruktur di Florida tidak siap menyelenggarakan acara gelaran acara internasional tersebut. Negara bagian tersebut tidak memiliki arena dengan sirkuit atletik ukuran Olimpiade, juga tidak punya gelanggang renang (natatorium) yang bisa menampung 10.000 orang sekaligus.

Lebih-lebih, usulan Patronis "bodohnya minta ampun" dari sudut pandang wabah COVID-19.

"Kita harus jujur pada diri sendiri. Jika Tokyo saja tidak aman dalam mengadakan Olimpiade karena wabah COVID-19, maka Florida pun sama saja," kata Matheson.

"Artinya, Jepang punya perhatian agar acara tersebut tidak berubah jadi klaster infeksi korona massal. Sementara, Florida tidak punya perhatian apa-apa."

Florida sendiri merupakan salah satu negara bagian dengan kasus COVID-19 paling banyak selama musim panas lalu, meski kini jumlah infeksi dan kematian per kapita cenderung menurun, dilansir dari Huffington Post.

Koran New York Times melaporkan bahwa terjadi tren angka kematian yang meningkat akibat COVID-19 di Florida selama 14 hari terakhir.

Olimpiade Beda

Pakar-pakar kesehatan setempat juga melihat risiko infeksi COVID-19 di ajang internasional seperti Olimpiade tidak bisa disamakan dengan ajang nasional di AS, misalnya kompetisi basket NBA dan football Super Bowl.

"(Super Bowl) lebih mudah dikelola daripada Olimpiade. Peserta Olimpiade datang dari berbagai negara dengan aturan tes, level infeksi, dan level vaksinasi yang berbeda-beda," kata Amesh Adalja, ilmuwan kesehatan senior di Johns Hopkins University.

Melansir Huffington Post, juru bicara KOI pada Selasa mengak belum menerima surat Patronis dan membantah laporan yang mengatakan Jepang batal mengadakan Olimpiade. Jadwal Olimpiade 2021 masih tetap, yaitu dimulai pada tanggal 23 Juli di Tokyo sementara Paralympiade dimulai pada 24 Agustus.

Kantor Patronis dikabarkan belum memberi tanggapan. Pemerintah federal di Gedung Putih menolak memberikan komentar.

Andrew Zimbalist dari Smith College, yang juga telah mendalami dampak ekonomi dan politik dari ajang Olimpiade, mengatakan bahwa KOI "tak akan mungkin" menyetujui usulan Patronis.

"Tokyo dan Jepang telah menggelontorkan dana hingga 35 miliar dolar AS (Rp491,4 triliun) agar bisa menyelenggarakan Olimpiade, dan mereka tak akan begitu saja menyerah," kata Andrew.

Ia pun mengatakan bahwa cuaca Florida di bulan Juli dan Agustus bakal terlalu panas dan lembab, sehingga kurang nyaman dan bahkan membahayakan bagi para atlet.

Tag: amerika serikat jepang Olimpiade Tokyo

Bagikan: