Lockdown Inggris Dilonggarkan Perlahan, Baru Benar-Benar Rampung Juli

Tim Editor

Orang-orang mengantre untuk menjalani tes COVID-19 di jalan raya Ealing, London Barat, Inggris (2/2/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS / Henry Nicholls/aww)

ERA.id - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri karantina total (lockdown) COVID-19 secara bertahap, sehingga restoran dan pub bisa kembali buka pada Mei. Namun, industri perhotelan dan pariwisata domestik baru bisa beroperasi penuh pada Juli.

Wabah COVID-19 telah merongrong ekonomi Inggris, membuat negeri tersebut mengalami kemerosotan ekonomi terparah dalam 300 tahun terakhir.

Dilansir dari ANTARA, (17/2/2021), PM Johnson dikabarkan bakal mengumumkan tahapan pelonggaran lockdown pada 22 Februari. Ia mengaku bahwa rencana pencabutan aturan bakal dilakukan secara berhati-hati, namun, tak bisa ditawar-tawar lagi.

Surat kabar Daily Mail menyebutkan bahwa pelonggaran penguncian secara terbatas akan dimulai pada April berupa pemberian izin bagi tempat-tempat liburan dan hotel lebih besar untuk buka kembali. Namun, pub, bar, dan restoran harus menunggu hingga Mei. Beberapa tempat olahraga, seperti golf dan tenis juga akan dibuka lagi.

Pembukaan kembali pub secara penuh akan dimulai pada awal Juni.

"Bisnis rekreasi mungkin tidak kembali 'normal secara luas' hingga Juli di bawah peta jalan keluar dari lockdown," demikian dilaporkan Daily Mail, yang juga menyebutkan bahwa keputusan akhir tentang itu belum dibuat oleh Johnson.

"Para staf kantor kemungkinan akan diberi tahun untuk 'tetap bekerja dari rumah selagi bisa'. Hal ini akan terus berlanjut di masa mendatang," tulis Daily Mail.

Pelonggaran pembatasan sosial ini akan diikuti dengan program pengujian massal COVID-19.

Sekolah-sekolah di Inggris akan dibuka kembali pada 8 Maret.

 
 

 

 

Tag: inggris pandemi COVID-19 lockdown

Bagikan: