Umat Yahudi Sempat Diingatkan Jangan Ziarah Lag B'Omer, Risiko Covid-19 Terlalu Tinggi

Tim Editor

Warga Yahudi berkumpul di sekitar api unggun di tengah suasana festival agama Lag B'Omer di Gunung Meron, Israel, Kamis, (29/4/2021). (Foto: @kydesro/Twitter)

ERA.id - Festival keagamaan Lag B'Omer pada Jumat, (30/4/2021), berubah dari acara penuh sukacita menjadi bencana, dengan sedikitnya 45 warga Yahudi Israel tewas terinjak, dan 112 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit.

Saat ini, perhatian otoritas dan regu penyelamat tertuju untuk memitigasi bencana yang oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dianggap sebagai "yang paling berat dalam sejarah Israel". Ratusan bis dikerahkan untuk mengangkut jemaat Yahudi ultra-ortodoks pulang dari Gunung Meron, tempat festival dilaksanakan.

Situasinya pilu. Namun, pihak otoritas Israel bukannya tak pernah mengingatkan warga untuk mengurungkan ziarah tahunan mereka ke Gunung Meron. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 yang juga menghantui negeri itu.

"Secara nasional, 35 persen dari penduduk Israel belum divaksin corona, oleh karena itu situasi ini cukup berbahaya," sebut Dr Sharon Alroy-Preis, kepala departemen di Kementerian Kesehatan Israel, dikutip Times of Israel, Kamis.

Pada Kamis pagi, kementerian tersebut menyatakan Israel mendapati 41 kasus infeksi varian Covid-19 India, di mana kasus-kasus tersebut tidak hanya berasal dari mereka yang baru saja bepergian ke luar negeri. Ini mengindikasikan varian virus yang berpotensi sangat menular itu telah menyebar di kalangan penduduk Israel. Lebih parahnya lagi, empat dari 41 orang tersebut sudah selesai divaksinasi.

"Siapapun yang pergi ke Meron harus tahu bahwa mereka bertanggungjawab atas nyawa mereka sendiri, dan bahwa mereka bisa bersinggungan dengan orang yang terinfeksi yang bebas hilir mudik di sekitar mereka," sebut seorang pejabat kesehatan kepada kanal radio Kan, Kamis.

Sayangnya, pemerintah Israel tak bisa bersepakat mengenai bagaimana harus menangani festival tahunan yang biasanya menarik 400.000 massa itu. Sementara, PM Netanyahu dikabarkan tidak ingin membuat partai politik Haredi marah dengan adanya suatu aturan ketat.

Pada Kamis malam, berdasarkan laporan Times of Israel, polisi menyatakan mereka tidak mampu lagi menerapkan pengetatan protokol Covid-19 karena massa yang berkumpul begitu banyak.

Dan situasi pun berangsur-angsur memburuk. Layanan darurat mulai menerima panggilan pada Jumat, (30/4/2021) pukul 00.49, dengan aduan situasi kritis di tengah perayaan 'Toldot Aharon' di festival itu. Insiden itu pun segera dinyatakan sebagai kondisi darurat dengan banyak korban jiwa dan mengundang respons nasional.

PM Netanyahu mendeklarasikan hari Minggu nanti sebagai "hari berkabung nasional" dan meminta seluruh keluarga israel untuk "berkumpul dan berdoa bagi para keluarga yang ditinggalkan dan bagi mereka yang terluka."

Festival Lag B'Omer adalah festival tahunan agama Yahudi yang memperingati kematian Rabbi Shimon Bar Yochai, seorang rabbi Yahudi terkenal dari abad ke-2, yang diyakini dimakamkan di Gunung Meron.

Rabbi Shimon adalah penulis Zohar, karya agung yang menjadi kitab utama dalam tradisi mistik Yahudi.

Tag: israel Yahudi Festival Lag BaOmer

Bagikan: