Teknisi Apple Pakai iPhone Customer untuk Posting Video Pribadi di Facebook

| 08 Jun 2021 11:22
Teknisi Apple Pakai iPhone Customer untuk Posting Video Pribadi di Facebook
Ilustrasi: sebuah gerai resmi Apple di Beijing, China. (Foto: Zhang Kaiyv/Unsplash)

ERA.id - Sejumlah teknisi Apple mengunggah ke internet gambar dan video pribadi yang ada di iPhone milik seorang wanita asal Oregon, AS, sehingga memaksa perusahaan teknologi itu membayar uang ganti rugi hingga jutaan dolar AS, seperti diberitakan di The Guardian, (8/6/2021).

Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang wanita yang identitasnya dirahasiakan pada 14 Januari 2016 sempat mengirim iPhone miliknya ke kontraktor Apple bernama Pegatron Technology Service di California, AS. iPhone tersebut dimintakan untuk diservis, namun, para teknisi justru mengunggah "konten yang sangat pribadi" ke akun Facebook sang wanita dan sejumlah situs di internet.

Konten-konten itu diunggah seakan-akan oleh sang wanita sendiri, demikian sebut dokumen yang sama, sehingga menimbulkan "beban emosional yang berat" bagi sang wanita.

Wanita itu baru tahu mengenai insiden ini lewat teman-temannya yang melihat gambar dan foto terkait di Facebook.

Wanita itu akhirnya menyeret Apple ke pengadilan dan meminta ganti rugi senilai jutaan dolar AS. Apple sendiri tak pernah secara langsung disebut dalam kasus ini guna menjaga kerahasiaannya. Namun, sebuah dokumen pengadilan terkini - juga melibatkan Apple dan Pegatron - menyebut pihak yang terkait dalam kasus itu adalah "jelas-jelas Apple", seperti dikutip dari The Guardian..

The Guardian mendapat konfirmasi dari Apple terkait adanya insiden itu, Senin.  Pihak pengacara sang wanita tidak memberikan tanggapan, sebut koran yang sama.

Apple menyatakan sangat serius dalam menangani data pelanggan, sekaligus juga telah memiliki beberapa protokol untuk memastikan data terproteksi dengan baik selama proses reparasi.

"Saat kami menyadari pelanggaran serius atas kebijakan kami di sebuah vendor di 2016, kami langsung mengambil sikap dan sejak itu telah memperkuat protokol pada vendor kami," sebut juru bicara Apple, dikutip dari The Guardian.

Kasus ini menjadi kritik atas argumen Apple yang hanya memperbolehkan pelanggan menyervis di vendor resmi mereka. Apple mengatakan vendor mereka lebih aman daripada vendor non-resmi, dan tidak mendukung undang-undang yang memperbolehkan pelanggan menyervis sendiri gawai mereka.

Rekomendasi