Disuntik Vaksin Pfizer, Beberapa Wanita Merasa Payudaranya Membesar: 'Apakah Saya Berhalusinasi?'

Tim Editor

Ilustrasi: Seorang wanita hendak menjalani vaksinasi. (Foto: CDC/Unsplash)

ERA.id - Beberapa wanita yang tela disuntik vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech mengabarkan adanya efek samping yang tak pernah mereka duga, yaitu pembesaran ukuran payudara.

Klaim tersebut didapati sejumlah dokter atau disampaikan langsung via media sosial oleh beberapa wanita di Australia, Inggris, hingga Amerika Serikat. Melansir News.com.au, (26/7/2021), beberapa wanita tidak percaya dengan apa yang terjadi, seakan-akan mereka sedang berimajinasi.

"Saya merasa payudara saya membesar setelah disuntik vaksin Pfizer, atau apakah saya cuma berhalusinasi," tulis seseorang via Twitter.


Sementara itu di TikTok, beberapa wanita membagikan video payudara mereka setelah divaksin. Seorang wanita di Inggris mengatakan ukuran cup bra miliknya naik dua nomor - dari A ke C - setelah ia divaksin. Wanita tersebut mengaku "sangat bingung" dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.

Penyebab Payudara Membesar

Vaksin Pfizer sendiri adalah satu dari sekian produk vaksin Covid-19 yang digunakan di beberapa negara.

Efek samping yang umumnya mengikuti pasca vaksinasi adalah rasa nyeri di titik penyuntikan, sakit kepala, mual, atau merasakan gejala mirip flu.

Melansir News.com.au, Departemen Kesehatan Australia menyebut pembesaran ukuran payudara itu disebabkan oleh pembengkakan jaringan limfa atau getah bening. Hal ini disebut sebagai efek samping yang mungkin terjadi pasca vaksinasi, meski lebih jarang terjadi.

Sebuah laporan di The Conversation menyebut penyuntikan vaksin di area lengan atas memang bisa menimbulkan efek pada payudara. Hal ini karena jaringan limfa di ketiak sisi tubuh yang disuntik mengalami aktivasi dan sedikit membengkak. Mekanisme ini menunjukkan tubuh mempersiapkan respons imun atas infeksi virus, sebut laporan tersebut.

Di AS, efek samping pembengkakan jaringan limfa juga ditemui pasca penyuntikan vaksin Moderna.

Sementara itu, menurut Royal Australian and New Zealand College of Radiologists, efek pembengkakan ini tidak ditemui vaksin AstraZeneca.

Sejauh ini belum juga diketahui adanya efek serupa pasca penyuntikan vaksin Sinovac dan Sinopharm, yang banyak dipakai di Indonesia.



Pembesaran ukuran payudara ini tak ayal juga menyebabkan kebingungan pada wanita yang mengalaminya. Dr Laura Esserman, direktur Breast Care Center di University of California San Francisco menyebut sejumlah wanita mengira pembesaran payudara itu sebagai tanda terjadinya kanker.

Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah wanita yang melakukan pengecekan payudara (mammogram) usai mendapat vaksin Pfizer atau Moderna.

"Saya yakin, ratusan ribu wanita pasti mengalami (efek samping) ini," sebut Dr Esserman, melansir ABC7 Chicago.

Riset dari Radiological Society of North America menyebut bahwa pembesaran jaringan limfa (lymphadenopathy) akibat vaksinasi adalah efek samping yang perlu diketahui para dokter, pasien, dan ilmuwan kanker. Fenomena efek samping ini perlu diketahui untuk menghindari diagnosa kanker yang keliru.

Meski belum jelas berapa lama pembesaran payudara akan berlangsung, namun, ilmuwan memberi tahu bahwa efek tersebut bersifat "temporer" atau sementara.

Di Australia, wanita di atas 50 tahun yang perlu melakukan mammogram secara rutin diminta untuk melakukan pengecekan lebih dulu sebelum vaksinasi, atau menunda pemeriksaan hingga enam pekan pasca vaksinasi, guna menghindari kekeliruan diagnosa.

Tag: vaksin sinovac vaksin pfizer vaksin moderna efek samping vaksin covid-19 vaksin astrazeneca kanker payudara payudara

Bagikan: