Indonesia Peringkat Terakhir Negara Paling Tidak Nyaman Dihuni Usai Pandemi Covid-19

| 03 Aug 2021 07:00
Indonesia Peringkat Terakhir Negara Paling Tidak Nyaman Dihuni Usai Pandemi Covid-19
Ilustrasi warga di tengah pandemi COVID-19 (Dok. Antara)

ERA.id - Sebuah survei baru-baru ini menempatkan Indonesia di posisi paling buncit dari 53 negara di dunia dalam hal pemulihan 'kehidupan normal' pasca pandemi Covid-19.

Survei oleh Bloomberg ini dinamai Covid-19 Resilience Ranking dan diperbarui secara bulanan untuk menghasilkan "gambaran tentang kawasan-kawasan mana yang paling efektif menangani virus dengan disrupsi sosial dan ekonomi seminimal mungkin."

Untuk bulan ini, di tengah tren pembukaan lockdown dan ekonomi di sejumlah negara, Bloomberg menambahkan aspek 'Reopening progress' yang mengukur kemungkinan suatu negara mampu kembali ke kehidupan normal pasca pandemi minus penjagaan perbatasan yang terlalu ketat.

Daftar ini merangking 53 negara dari Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Asia Tenggara.

Melansir Mashable, (3/8/2021), dari seluruh negara yang disurvei, tak ada satu pun negara Asia Tenggara yang masuk dalam 10 besar negara paling siap pulih pasca pandemi.

Puncak daftar dihuni oleh Norwegia dengan skor resiliensi 77,2. Negara Eropa itu diikuti oleh Swiss (75,4), Selandia Baru (75,2), Prancis (75), dan Amerika Serikat (74).

Singapura menjadi negara Asia Tenggara dengan skor resiliensi paling tinggi, yaitu 71.1 dan menempatkan mereka di posisi 11 ranking global Bloomberg. Ini mencerminkan kesiapan Negeri Merlion itu untuk hidup bersama Covid-19, memandang infeksi corona ini tak ubahnya penyakit epidemik seperti influenza.

Bisa dikatakan, apa yang berhasil dicapai di Singapura tak mencerminkan situasi Asia Tenggara secara umum. Ini tercermin dalam gap antara Singapura dan negara ASEAN lainnya. Thailand memiliki skor resiliensi terbaik kedua kawasan ini. Namun, ia berada di posisi 41, diikuti Vietnam (46) dan Filipina (49).

Malaysia dan Indonesia menjadi dua terbawah di tabel Covid-19 Resilience Ranking. Malaysia sendiri turun satu posisi ke peringkat 52 dari 53 negara. Negara tersebut masih berjuang dengan level cakupan vaksinasi Covid-19, yaitu 26,6% populasi tervaksin.

Indonesia, patut disayangkan, menghuni posisi 'juru kunci', terbawah di antara 53 negara yang disurvei Bloomberg. Tingkat vaksinasi di Tanah Air diperkirakan baru 12,6% dari total populasi yang berjumlah 270 juta orang.

Covid-19 Resilience Ranking
Tabel Covid-19 Resilience Ranking yang disusun oleh Bloomberg. (Foto: Bloomberg)

Sementara itu, berdasarkan data Reuters, dilansir Senin, (2/8/2021), Indonesia melaporkan jumlah kematian harian terbanyak di dunia akibat Covid-19. Saat ini, satu dari lima kematian Covid-19 global terjadi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia, Senin, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 9 Agustus 2021. Presiden Joko Widodo menyebut pembatasan dalam PPKM Level 4 telah berhasil menahan laju penambahan kasus hingga keterisian rumah sakit (BOR).

Covid-19 Resilience Ranking
Tabel Covid-19 Resilience Ranking yang disusun oleh Bloomberg. (Foto: Bloomberg)

Studi dan riset Bloomberg senada dengan prediksi ahli epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman, bahwa Indonesia akan menjadi negara yang paling akhir keluar dari pandemi Covid-19.

Kepada CNN Indonesia, (29/7/2021), Dicky mengatakan prediksi ia dasari atas kondisi wabah Covid-19 yang telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia yang geografisnya terpisah-pisah pulau. Kondisi ini dianggap bakal menyulitkan pengendalian 3T, yaitu test, tracking, and treatment.

Sementara itu, strategi pengendalian pandemi belum agresif dan ideal.

"Strategi kita tidak fokus pada kesehatan sejak awal, sehingga kita itu ketinggalan. Kalau lomba lari, kita sudah ketinggalan dari virusnya sehingga untuk mengejar itu berat," ungkapnya.

Rekomendasi