Tertawa Disebut Kaya dari Lahir, Taqy Malik: Gue Cuma Makan 1 Piring Nasi untuk Berempat

Tim Editor

Taqy Malik (Foto: Instagram/@taqy_malik)

ERA.id - Bukan rahasia lagi, pendakwah kondang Taqy Malik memang dikenal sebagai Hafiz Al-Quran muda yang populer di Indonesia. Selain wajahnya yang tampan, mantan suami Salmafina Sunan ini juga sukses menjalani berbagai bisnis.

Lewat bendera Taqychan Group, mantan menantu Sunan Kalijaga ini memiliki sejumlah unit bisnis, mulai dari kuliner, fashion hingga travel. Kesukesannya ini, banyak orang yang mengira Taqy Malik lahir dari keluarga kaya raya. 

"KAYA DARI LAHIR? kalau ada yang bilang 'Taqy Malik mah emang dari kecil hidupnya udah kaya, apa aja serba ada'. Gue terkadang bacanya sambil tertawa menggelitik," tulis Taqy Malik, dikutip dari akun Instagram pribadinya pada Kamis (10/6/2021). 

Pria berusia 23 tahun itu mengungkapkan masa lalunya yang banyak belum diketahui. Ia mengaku dibesarkan di keluarga yang tak berkecukupan, karena profesi ayahnya hanya penjual koran di lampu merah.

"Gue dari kecil hidup orang tua ga punya kerjaan, sekalinya punya kerjaan bokap jualan koran di lampu merah. Waktu TK dianter ke sekolah pake sepeda pinjeman tetangga, berkali-kali sepatu gue nyangkut di rantai sepedanya sampai sepatu gue sobek berkali-kali. Ini yang dibilang kaya dari lahir?" ujar Taqy Malik.

Bahkan, Taqy Malik pernah merasakan hanya bisa makan satu piring nasi yang dibagikan dengan seluruh anggota keluarganya. Meski merasakan hidup susah, suami dari Serell Nadirah ini merasa bahagia karena ajaran orang tua yang harus selalu bersyukur.

"Gue pernah merasakan titik dimana hidup keluarga gue cuman makan 1 piring nasi untuk berempat dengan adik-adik gue, pakai lauk dari minyak goreng bekas dan garam yang di aduk-aduk dengan nasi terus dilayangkan suapan itu ke adik adik gue. Tapi entah, dulu terasa nikmat dan bahagia. Mungkin itulah buah didikan dari orang tua, bagaimana mengajarkan anak anaknya apa makna bersyukur yang sesungguhnya," kata Taqy Malik.

Makanan kesukaan Taqy Malik adalah telur dadar. Sebab, telur dadar itu dibagi empat untuk adik-adiknya dan mereka merasakan rasa bahagia.

"Di dalam keluarga gue dimasa kecil, kita punya makanan yang paling nikmat. Apa itu? Telor dadar, dibagi empat buat adek adek gue. itu bahagianya luar biasa, serasa menu makanan yang paling spesial," ujar Taqy Malik.

Namun, ia sedih karena keluarganya kerap dihina karena hidup tak berkecukupan. Sampai sekarang, Taqy Malik masih ingat kata-kata cacian dari orang-orang.

"Namun roda itu berputar kawan, keluarga gue dulu sering di hina dan di caci. Gue masih ingat ada orang terdekat yang bilang "Heh, anak banyak tapi kerjaan nggak ada. Mau ngasih anak makan dari mana?" Sampai sekarang kata-kata itu terngiang ditelinga gue," imbuh Taqy Malik.

Sebagai anak pertama, Taqy Malik bangga karena adik-adiknya sudah sukses menimba ilmu di luar kota. Dengan usahanya dari merantau, Taqy Malik mengungkapkan sang pencipta selalu memberikannya rezeki.

"Rupanya Allah punya cara lebih indah, waktu terus berjalan, gue dan adik-adik mulai tumbuh besar. Satu-persatu merantau untuk menimba ilmu di tanah Jawa, ada saja rezeki yang Allah berikan berkat kesabaran. Gue sebagai anak pertama berangkat dengan harapan pulang sudah menjadi orang berilmu dan sukses di tanah rantau. Bersambung," tutupnya.

Tag: Taqy Malik

Bagikan: