Manganang dan Jenis Kelamin yang Dipertanyakan

Tim Editor

Aksi Aprilia Santini Manganang saat Indonesia melawan Thailand di Tennis Indoor Senayan (Foto: INASGOC/Nugroho Sejati)

Jakarta, era.id - Keraguan soal jenis kelamin atlet voli putri Indonesia, Aprilia Santini Manganang kembali diperbincangkan. Penampilan fisik Manganang yang memang berbadan besar dan kekar, tampak enggak lazim. Sebenarnya, mungkin enggak seorang wanita punya badan sebesar dan sekekar Manganang? Jika mungkin, bagaimana caranya?

Jawabannya, mungkin saja. Meski sebetulnya jarang juga ada wanita yang memiliki otot sebesar Manganang. Pada prinsipnya, kemampuan tubuh laki-laki dan wanita dalam membentuk otot sama saja. Yang bikin beda biasanya cuma kuantitas otot. Penyebabnya jelas, kadar hormon testosteron dalam tubuh wanita enggak sebesar kadar testosteron dalam tubuh laki-laki.

Dikutip dari Halodokter, testosteron adalah hormon yang sangat penting dalam pembentukan kuantitas otot seseorang. Itulah sebabnya kenapa pembentukan otot pada wanita biasanya berbentuk lebih kering dan mengencang, berbeda dengan pembentukan otot laki-laki yang biasanya cenderung mengembang.

Lalu, bagaimana mungkin ada wanita yang bisa memiliki kuantitas otot sebesar Manganang? Jawabannya, tentu saja mungkin. Tapi jelas, buat wanita, pembentukan kuantitas otot sebesar Manganang enggak mungkin dilakukan secara alami. Bagi perempuan yang ingin memiliki kuantitas otot sebesar Manganang, ia harus mengonsumsi suplemen yang mampu memaksimalkan pertumbuhan hormon testosteron dalam tubuh mereka.

Tapi, konsumsi suplemen pengembang hormon testosteron bukannya tanpa risiko. Konsumsi pengembang hormon testosteron nyatanya dapat menimbulkan sejumlah ciri sekunder laki-laki, mulai dari suara yang menjadi berat, mengecilnya payudara, hingga bentuk wajah yang bisa-bisa terbentuk menyerupai laki-laki.


Aksi Aprilia Santini Manganang saat Indonesia melawan Thailand di Tennis Indoor Senayan (Foto: INASGOC/Nugroho Sejati)

Dikira laki-laki

Soal tampilan fisik Manganang yang menyerupai laki-laki, ini bukan pendapat kami. Nyatanya, Manganang punya banyak pengalaman dikira laki-laki sama orang lain yang enggak mengenal dia.

Saat SEA Games 2015 di Singapura, tim voli Filipina mengajukan protes kepada Komite Penyelenggara SEA Games 2015, SINGSOC. Mereka meminta SINGSOC melarang Manganang bermain untuk tim voli putri Indonesia lantaran meragukan jenis kelamin Manganang.

"Dia (Aprilia) sangat kuat, seperti memainkan atlet pria di kelompok putri. Entah dia main atau tidak, itu bukan masalah, karena kami akan memberikan yang terbaik," ujar pelatih voli putri Filipina, Roger Gorayeb, seperti dilansir Inquirer.

Enggak cuma memprotes, Filipina pun mendesak Komite Medis SEA Games untuk melakukan tes hormon terhadap Manganang. "Setelah kami mengajutkan keberatan, maka manajer kompetisi akan berkomunikasi langsung dengan federasi bola voli atau ofisial bola voli di sini," ujar juru bicara kontingen Filipina seperti dilansir ABS CBN News saat itu.

Jangan salah, SEA Games Singapura bukan kali pertama Filipina mempersoalkan jenis kelamin Manganang. Dalam kualifikasi kejuaraan dunia bola voli zona Asia Tenggara di Vietnam, Filipina juga sempat melancarkan serangan serupa pada Manganang.

Di dalam negeri pun begitu. Pada ajang Livoli tahun 2011 dan 2013, dua klub voli dalam negeri juga sempat mempertanyakan jenis kelamin Manganang. Di tahun 2011, tim voli Popsivo Polwan juga menolak bertanding melawan Alko Bandung, klub yang diperkuat Manganang.

Bahkan, di tahun 2013, status gender Manganang dipertanyakan oleh dua tim: Bank Jatim Surabaya dan Petromkimia Gresik. Namun, tentu saja permintaan-permintaan tersebut enggak diwujudkan. Bukan apa-apa, selain hasil tes yang keluarnya pasti lama, tes gender adalah hal yang sangat sensitif di dalam dunia olah raga.

Tag: viral anak nonton porno asian games 2018

Bagikan: