CEO Tokopedia Angkat Bicara soal Karyawan yang Curangi Flash Sale

Tim Editor

CEO Tokopedia, William Tanuwijaya (Foto: William Tanuwijaya/Twitter)

Jakarta, era.id - CEO sekaligus pendiri situs Tokopedia, William Tanuwijaya angkat bicara soal pemecatan sejumlah karyawan yang diduga melakukan kecurangan dalam flash sale.

Lewat sebuah publikasi di Instagram, William bilang dirinya sangat terpukul dan kecewa ketika mengetahui ada Nakama, sebutan untuk karyawan Tokopedia, yang melakukan pelanggaran dan gagal menjaga standar integritas.

"Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia," kutip era.id dari @liamtanu, Rabu (29/8/2018).

Diakuinya 49 produk diselewengkan karyawannya itu bukan jumlah yang besar, dibanding dengan barang dan transkasi yang terjadi di Tokopedia. Namun, baginya menjaga kepercayaan yang diberikan kepada konsumen adalah hal yang tak ternilai.

"Untuk pelanggaran sekecil apapun, ini adalah masalah kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia. Maka tanggal 24 Agustus kemarin, Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan seluruh anggota team yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini," ungkap Wiliam.
 
 

Membangun kepercayaan itu sulit, menjaga kepercayaan itu jauh lebih sulit. Untuk organisasi sebesar Tokopedia sekarang, menjaga kepercayaan harus dilakukan bersama-sama oleh setiap elemen di dalam @tokopedia, tanpa terkecuali, setiap detiknya, lewat aksi nyata. ????????? Dalam menjaga kepercayaan, secara rutin kami melakukan internal audit, dan hasil audit terakhir kami menemukan beberapa pelanggaran yang berhubungan dengan kegagalan menjaga standard integritas Tokopedia. Rasanya sangat terpukul dan kecewa ketika mendapati ada beberapa anggota team yang melakukan pelanggaran sebanyak total 49 buah produk dari kampanye promosi Tokopedia. Memang jumlah nya kecil sekali dibanding puluhan juta produk yang terjual setiap bulan nya, namun bagi kami ini bukan persoalan seberapa kecil pelanggaran nya. Untuk pelanggaran sekecil apapun, ini adalah masalah kegagalan integritas dalam menjaga titipan kepercayaan yang diberikan kepada Tokopedia. Maka tanggal 24 Agustus kemarin, Tokopedia telah dengan tegas memberhentikan seluruh anggota team yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini. ????????? Menjadi pemimpin, dalam menghadapi masalah, kita sering menghadapi pilihan, untuk mengabaikan kejadian yang buruk, menutup mata, melakukan hal yang dirasa baik untuk jangka pendek, atau melakukan hal yang paling sulit, namun benar untuk jangka panjang. Bagi saya, menjadi pemimpin bukanlah tentang popularitas. Menjadi pemimpin adalah tentang mengambil keputusan yang memang benar, seberapapun sulitnya itu. Hanya lewat itulah, maka nilai-nilai yang kita percaya, dapat terus kita jaga. Hanya lewat itulah, kepercayaan dapat terus dijaga. ????????? Karena bagi saya dalam bermimpi itu, harus bermimpi dengan mata terbuka. Apa yang kamu impikan, kamu pikirkan, kamu ucapkan, dan kamu lakukan, harus konsisten.

Sebuah kiriman dibagikan oleh William Tanuwijaya (@liamtanu) pada



Pengumuman pemberhentian sejumlah karyawan itu, kemudian disebut Black Friday oleh para karyawan Tokopedia, karena pengumuman itu diungkap pada hari Jumat. Tidak disebutkan berapa angka pasti karyawan yang diberhentikan oleh Tokopedia. 

Hanya saja, keputusan Tokopedia untuk memutus hubungan kerja dengan para karyawan itu dilakukan setelah perusahaan melakukan audit internal berdasarkan data. Dengan keputusan yang telah dibuat, ia berharap karyawan lain dapat belajar tentang pentingnya kepercayaan dan bagaimana cara menjaganya.

"Bagi saya, menjadi pemimpin bukanlah tentang popularitas. Menjadi pemimpin adalah tentang mengambil keputusan yang memang benar, seberapapun sulitnya itu. Hanya lewat itulah, maka nilai-nilai yang kita percaya, dapat terus kita jaga. Hanya lewat itulah, kepercayaan dapat terus dijaga," tulis Wiliam di akun Instagramnya.

Nih supaya kalian paham, beberapa waktu lalu Tokopedia dikabarkan telah memecat puluhan karyawannya yang diduga melakukan kecurangan dalam event flash sale. Para oknum karyawan itu diketahui sudah mengamankan barang-barang yang akan dijual murah itu pada saat peringatan hari ulang tahun ke-9 Tokopedia.

Tag: perusahaan e-commerce

Bagikan: