Killing Me Inside Masih Doyan Gonta-Ganti Vokalis

Tim Editor

Killing Me Inside X Joe Tirta (Foto: Adribross)

Jakarta, era.id - Setelah sukses dengan proyek kolaborasi bersama Aiu dan menelurkan dua single: Fractured pada Juni 2017 dan Remnants pada Mei 2018, Killing Me Inside yang diawaki Josaphat Klemens (gitar), Rudye Nugraha Putra (keyboard, programming), dan Gama Gifar (drums) kembali melakukan gebrakan. Kali ini, berkolaborasi dengan Joe Tirta, eks vokalis Saint Loco. 

Langkah awal proyek ini adalah merilis album mini yang berisi lagu-lagu lama Killing Me Inside yang didaur ulang sekaligus dipadukan dengan vokal berkualitas dari Joe serta karya dari Joe yang dikawinkan dengan suguhan musik screamo dan modern rock dari Killing Me Inside. Lagu-lagu tersebut adalah Fake, Fractured, Young Blood, Remnants dan Tormented yang dirilis di bawah naungan label rekaman Anoixi Records.

Tidak sampai di situ, proyek ini juga akan dikelilingkan dengan brand bernama KILLING ME INSIDE X JOE TIRTA dan sudah diperkenalkan pertama kali melalui sesi konferensi pers dan showcase yang dihelat di iSix Resto & Bar, Kemang, Jakarta Selatan pada Jumat (7/9/2018) malam.

"Karena Aiu udah jadi bini gue sejak setahun yang lalu dan kini sudah saatnya program buat hamil jadi ya kami mikir sipa nih yang pas buat jadi vokalis. Akhirnya gue usulin Om Joe (Tirta) dan kebetulan yang lain pada suka juga," kata gitaris sekaligus pentolan Killing Me Inside, Joshapat Klemens, dalam acara konferensi pers tersebut.


Aiu Ratna (Foto: Adribross)

Dalam showcase malam itu, KILLING ME INSIDE X JOE TIRTA juga mengundang Aiu ke atas panggung untuk tampil membawakan lagu Garasi, Hilang dalam balutan DNA Killing Me Inside di hadapan para Steeet Team (sebutan fans Killing Me Inside) yang menjejali iSix Resto & Bar. Sejak Aiu bergabung dengan Killing Me Inside tahun lalu, lagu ini memang kerap dibawakan di setiap penampilan mereka dan menjadi primadona para penonton. 

"Aku cuti aja sih sebenarnya (di Killing Me Inside). Soalnya aku pikir udah waktunya aku hamil dan untuk bawain lagu-lagu Killing Me Inside itu butuh (vokal) growl dan (aksi panggung) jingkrak-jingkrak. Aku rasa itu berisiko buat aku. Tapi kalau proyek soloku tetap jalan ya. Karena karakter dan jenis lagunya beda banget," tandas Aiu kepada Era.id dalam sebuah obrolan santai di sela-sela penampilan Killing Me Inside.

Killing Me Inside terbentuk pada 2005 dan telah meluncurkan empat album studio; A Fresh Start for Something New (2009), Killing Me Inside (2010) One Reason (2012) dan Rebirth: A New Beginning (2014). Beberapa vokalis yang pernah memperkuat Killing Me Inside antara lain: Onadio Leonardo, Vira Razak, dan San san ‘Pee Wee Gaskins’ yang malam itu juga hadir menyaksikan penampilan mantan rekan-rekan satu bandnya.

Yang menjadi pertanyaan, sampai kapankah Killing Me Inside akan berganti-ganti vokalis dan bagaimana tanggapan Street Team dengan konsep yang mereka usung ini? ”Pro kontra selalu ada, tetapi sampai saat ini lebih banyak yang mendukung Killing Me Inside. Fans yang mengikuti sejak awal juga sudah dewasa,” tukas manajer Killing Me Inside, Edo penuh percaya diri tanpa menjelaskan lebih rinci jangka waktu penerapan konsep kolaborasi ini.  
 

Tag: album musik

Bagikan: