Awkarin Menangis Ceritakan Pengalaman Jadi Relawan di Palu

Tim Editor

Awkarin menghadiri acara Milenial Fest. (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Siapa yang belum kenal Karin Novilda? Selebgram dengan 3,9 juta pengikut dan lebih akrab dengan nama Awkarin ini ternyata punya cerita inspiratif dari pengalamannya yang patut dibagikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Bukan tentang naik kuda ataupun bernyanyi ngerap, tapi Awkarin menceritakan kisah selama menjadi relawan di Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Donggala, dan Sigi.

Tanggal 16-18 Oktober 2018, dia, yang belum punya pengalaman menjadi relawan bencana, berangkat dari Jakarta menuju Sulteng setelah sebelumnya mengumpulkan donasi lewat kitabisa.com.

"Dari dana yang aku kumpulin selama seminggu itu mencapai Rp200 juta. Dari situ aku merasa aku bertanggung jawab untuk menyampaikan donasi langsung ke Palu," tutur Awkarin di acara Milenial Fest, Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu (28/20/2018).

Sempat ditolak jadi relawan

Sebelum berangkat ke Palu, Awkarin sempat ditolak beberapa wadah penampung relawan yang telah memiliki posko di sana. Sampai akhirnya ia diterima oleh salah satu pihak yaitu sekolahrelawan.com.

"Banyak wadah relawan yang enggak berani untuk nerima aku, karena emang banyak banget influencer yang ke sana tapi ditolak karena keadaan (di sana) masih belum stabil. Apalagi mereka (influencer) belum punya pengalaman menjadi relawan," ucap Awkarin.

"Akhirnya ada yang nerima aku adalah sekolahrelawan.com tapi mereka ngga bisa ngetreat sebagai seorang selebgram yang disediakan penginapan, ya dan aku juga enggak expect itu karena sebagai relawan," lanjutnya.

Cerita sambil menangis

Sesampainya di sana, Awkarin mengaku sangat sedih melihat keadaan korban, rumah dan lingkungan yang rusak akibat bencana. Saat bercerita bagian ini, dia pun tak sanggup menahan air mata dan membiarkannya jatuh ke pipi.

"Di sana keadaannya parah banget. Kalau kalian ke sana, bakalan sedih banget melihat ada tulisan di rumah-rumah..." isak Awkarin menghentikan ucapannya.

"Sorry. Aku lanjutkan. Di sana ada tulisan 'istana saya sudah jadi gubuk'. Donggala benar-benar enggak layak banget," lanjut dia sambil menyeka air matanya.

Awkarin lalu menceritakan kondisi tenda pengungsian yang ada di sana. Ia bilang, tenda yang dibuat dari terpal, dan beralas karpet bekas yang banyak tanahnya. Ditambah lagi, dia merasakan suhu yang sangat panas di sana.

"Di sana bener-bener sepanas itu. panasnya beda dengan Jakarta. mungkin di Jakarta masih ada angin, di sana karena dekat pantai meskipun ada angin tapi benar benar panas di sana," ungkapnya.


Awkarin menghadiri acara Milenial Fest. (Diah/era.id)

Pelajaran yang didapat

Selama menjadi relawan di sana, Awkarin mendapat suatu oengalaman yang mungkin tidak ia dapatkan di kemudian hari. Selain itu ada informasi yang baru ia tahu semenjak menjadi relawan bencana.

"Biasanya pascabencana itu sebulan setelah bencana terjadi biasanya bantuan mulai berhenti diberikan. orang-orang kurang aware ternyata pascabencana itu kita enggak cukup unyuk nyumbang sekadar sembako dan kebutuhan pokok seperti baju dan lainnya, donasi ternyata enggak cukup sampai di situ," kata Awkarin.

Ia menjelaskan, tahap pertama adalah evakuasi untuk korban jiwa atau korban luka. Yang kedua adalah tahap pengungsian, di mana para koban selamat dilarikan ke tempat pengungsian sementara. 

"Ini tahap di mana kalian berdonasi, makanan pakaian selimut atau tenda. ini adalah Tahap di mana orang yang paling aware, paling tahunya donasi sampai situ cukup. sebenernya enggak sama sekali," sebut dia.

Padahal, lanjutnya, masih ada tahap ketiga, yaitu tahap recovery. Tahap ini terbagi menjadi dua, yaitu recovery mental dan recovery mata pencaharian.

"Mereka kehilangan semua yang mereka punya, dan mata pencaharian mereka juga. Mereka butuh recovery mata pencaharian untuk mereka kembali lagi pulih. Kita butuh bantu nelayan untuk membuat kapal, atau petani untuk bertani lagi, dan akan anak kembali sekolah lagi," jelas dia.

Oleh karena itu, Awkarin berencana menggalang dana kembali untuk membantu proses recovery dan kembali menyerahkan donasi kedua pada akhir November mendatang.

Tag: awkarin lifestyle prayforpalu prayfordonggala prayforsulteng

Bagikan: