Ahli Robotika Indonesia Ikut Terlibat Bikin Gundam

Tim Editor

Proyek Gundam (gundam-challenge.com)

Jakarta, era.id - Sejak pertama kali ditayangkan di tahun 70-an, serial mecha Gundam telah menjadi salah satu franchise robot terkenal di dunia dan tetap eksis hingga sekarang. Dan di tahun 2019 nanti, serial robot ini akan genap berusia 40 tahun.

Sejak memunculkan ukuran asli dari Gundam RX-78 dan Unicorn Gundam berskala 1/1 di Jepang, kini Sunrise tengah menjalankan sebuah proyek ambisius terbarunya, yakni membuat Gundam yang benar-benar bisa bergerak. Kabar ini makin terasa spesial terlebih bagi penggemar Gundam di tanah air, karena proyek itu turut melibatkan salah satu ahli robotika asal Indonesia.

Informasi itu diumumkan lewat siaran live-streaming di YouTube pada perayaan 40 tahun serial Gundam, Rabu (21/11). Tim proyek 'Gundam Global Challenge' ini mengumumkan akan membuat replika robot Gundam dengan skala 1/1 yang dapat bergerak.
 

Replika robot ini rencananya akan selesai dibangun pada musim panas 2020 mendatang, berbarengan dengan penyelenggaraaan pesta olahraga Olimpiade Tokyo 2020. Dilansir dari laman website ANN, robot yang diproduksi oleh tim yang kini bernama “Gundam Factory Yokohama” (bekerja sama dengan pemerintah kota Yokohama) ini nantinya akan dipajang di Pelabuhan Yamashita selama setahun.

Untuk mewujudkan proyek luar biasa ini, tim Gundam Global Challenge menggaet para pendesain dan ahli robotika dari dalam maupun luar jepang. Yang mengejutkan, rupanya proyek ini turut melibatkan salah satu pakar robotika asal Indonesia, yakni Pitoyo Hartono. 


Layar tangkap Gundam 40th Anniversary (YouTube Gundaminfo)

Tak banyak informasi mengenai Pitoyo Hartono, namun dilihat dari laman situs researchgate.net, Hartono merupakan lulusan dari SMA Pangudi Luhur Jakarta pada 1988, ia kemudian melanjutkan menempuh pendidikan tingkat S1 hingga S3 di Universitas Waseda, Tokyo. 

Pria kelahiran Surabaya 1969, itu kini telah menjadi seorang profesor di Universitas Chukyo, Nagoya dan turut melakukan riset di bidang neural network dan teori kecerdasan komputasional untuk bidang robotika. Hartono juga pernah menjadi dosen tamu di Politeknik Elektrinika Negeri Surabaya, pada Maret 2016.

Hartono juga sempat mengunggah video robot buatannya di YouTube, sekitar tahun 2010. Dalam video berjudul 'Combination.wmv', memperlihatkan pergerakan robot yang begitu luwes yang dijelaskan pada captionnya adaptive robot modules. 
 


Gundam Global Challenge


Proyek Gundam (gundam-challenge.com)

Proyek Gundam Global Challenge sendiri, telah dibentuk sejak tahun 2014. Pada mulanya proyek ini menargetkan untuk membuat replika robot Gundam berukuran asli yang dapat bergerak.

Hingga kini baru dua replika robot gundam berukuran 1/1 yang dipajang di laman Tokyo Base, Odaiba City Front, yaitu Gundam RX-78-2, dan RX-0 Unicorn Gundam. Masing-masing replika hanya memiliki fitur yang terbatas seperti kokpit yang dapat terbuka secara otomatis dan kepala yang bisa bergerak untuk RX-78-2, sedangkan RX-0 Unicorn dapat membuka bagian panel yang ada di tubuhnya dan dapat berubah mode dari 'Unicorn Mode' ke bentuk 'Destroy Mode' yang memiliki warna panel merah, biru dan hijau.
 

Dengan berjalannya proyek ambisius ini, apakah nantinya kita bisa melihat Gundam yang mampu bergerak di tahun 2020 mendatang ya? apa lagi ada, ahli robotika Indonesia yang ikut terlibat. Tentunya ini akan menjadi salah satu alasan buat kita bisa pergi ke Jepang nih.
 

Tag: chipset teknologi 7nm pengembangan robot gundam gempa di jepang hari perempuan internasional

Bagikan: