SIN: Cinta Juga Ada Batasan!

Tim Editor

Poster film Sin (Instagram: @falconpictures_ )

Jakarta, era.id - Pertarungan film Indonesia di bulan Oktober belum berakhir. Setelah minggu lalu ada film Bebas, kini muncul SIN. Film terbaru karya sutradara Herwin Novianto ini di bawah rumah produksi Falcon Pictures, sama seperti tahun lalu ketika ia menyutradarai Gila Lu, Ndro!

Film ini diadaptasi dari cerita Wattpad karya Faradita dengan judul sama dan sudah diterbitkan menjadi versi cetak. Mengadopsi titel "Dibaca lebih dari 20 juta di Wattpad” memang seringkali menjadi pancingan untuk para rumah produksi dalam melahirkan sebuah karya.

SIN memulai pengisahannya melalui karakter utama, Metta (Mawar Eva De Jongh) yang sedang berpesta di sebuah klub malam. Dia  digambarkan sebagai perempuan yang bebas dan chill meskipun hidup tanpa keluarga.

Sampai sebuah insiden terjadi, Metta pun tersungkur jatuh di lantai klub. Tanpa sadar, ada seorang laki-laki yang membantunya menutup bagian kaki dengan jaket hitam karena pakaian yang Metta kenakan terlihat pendek. Laki-laki itu pergi tanpa sedikitpun berbicara kepada Metta.

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Metta menemukan identitas lelaki yang menolongnya. Entah apa yang merasuki Metta, ia jadi mengejar-ngejar Raga (Bryan Domani) sang pria penolong untuk menjadi pacarnya. Keduanya pun berpacaran sampai sebuah kejadian memisahkan mereka secara sepihak. Mereka menemukan fakta bahwa mereka adalah kakak adik yang terpisah.
 


Cerita yang ditawarkan SIN memang berbeda daripada romansa remaja pada umumnya. Tetapi bukan berarti SIN memiliki performa baik. Sejak awal, penonton disuguhkan cerita yang mengada-ngada seperti bualan dan seringkali tidak masuk akal. 

Pengembangan karakter juga tidak tampak di sini, seperti tidak jelas apa yang ingin digambarkan dari sebuah karakter. Lagu-lagu yang menjadi backsound film ini juga seperti sistem potong-tempel pada adegan yang sesuai dengan lagu tersebut.

Tapi, ada beberapa poin plus dalam film SIN. Color tone yang sangat indah bisa memanjakan mata membuat penonton betah menonton film bergulir, setidaknya tim era.id merasa begitu. Ditambah, akting Mawar Eva De Jongh dan Bryan Domani membuat chemistry mereka mengalir apa adanya sepanjang film. Sayang sekali bakat mereka harus tersia-siakan untuk cerita seperti ini.

Mungkin SIN harus belajar. Film yang baik itu tidak hanya sekedar memiliki visual yang cantik, tetapi cerita yang masuk akal. Film SIN ini sudah tayang sejak 10 Oktober 2019 dan bisa anda saksikan di bioskop terdekat.

Tag: film indonesia resensi film

Bagikan: