Obat Jerawat dan Pemicu Bunuh Diri

Tim Editor

    Ilustrasi (Guardian)

    Jakarta, era.id - Obat jerawat Roaccutane diduga menjadi pemicu kasus remaja bunuh diri di Inggris. Ada 10 kasus bunuh diri yang dilakukan oleh orang yang diresepkan Roaccutane.

    Menurut data dari Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA), angka tersebut naik dari lima kematian di tahun sebelumnya dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 1983. Channel 4 melaporkan tentang kematian Annabel Wright. Orangtuanya Helen dan Simon menyalahkan Roaccutane atas kematian putrinya, meskipun penyebab pastinya belum bisa dikonfirmasi.

    Pada 2017, orang tua Luke Reeves mengatakan mereka percaya kematian putra mereka terkait dengan Roaccutane. Luke yang ditemukan tewas di kamarnya, bunuh diri diduga karena overdosis obat pada April 2017.


    Roaccutane

    Ayah Luke, Robert Reeves, seperti dilansir Guardian, Jumat (27/12/2019) mengatakan pada persidangan di pengadilan koroner Essex bahwa kepribadian Luke telah benar-benar berubah setelah mengkonsumsi Roaccutane.

    Roaccutane adalah suatu merek obat yang mengandung bahan aktif isotretinoin. Isotretinoin merupakan turunan vitamin A yang umumnya digunakan dalam pengobatan jerawat dengan tipe yang sangat parah, seperti jerawat nodul dan kista. Bahan aktif tersebut dapat mengatasi masalah jerawat dengan cara menekan produksi kelenjar minyak dan mengurangi keratin pada kulit. 

    Dalam kemasan obat keras tersebut telah ditulis peringatan berupa efek sampingnya yakni depresi dan perubahan suasana hati. Meski tergolong obat keras, obat ini dapat dengan mudah dijumpai di situs jual beli. 
     

    Tag: hari pencegahan bunuh diri

    Bagikan :