Alcoloid si Pendeteksi Orang Mabuk dari Bandung

Tim Editor

Alcoloid (Iman Herdiana/era.id)

Bandung, era.id – Peneliti dari Telkom University (Tel-U) merancang sebuah alat pendeteksi kadar alkohol dalam tubuh manusia. Alat yang diberi nama Alcohol Identification Device (Alcoloid) itu diklaim dapat mendeteksi orang yang mabuk.

Ramdhan Nugraha bersama tim penelitinya membuat Alcoloid karena tingginya konsumsi minuman alkohol di dunia, termasuk di Indonesia. Konsumsi alkohol menjadi isu sosial yang menjadi perhatian World Health Organization (WHO).

Data WHO pada tahun 2016 menyebut 3 juta orang meninggal dunia akibat alkohol, angka itu setara dengan 1 dari 20 kematian di dunia disebabkan oleh konsumsi alkohol.

Mengkonsumsi alkohol memberi dampak buruk bagi kesehatan, diantaranya adalah perubahan perilaku dan kehilangan kendali diri (human error) yang dapat memicu tindak kriminialitas dan tingginya angka kecelakaan berkendara.Di Indonesia maraknya kecelakaan lalu lintas akibat human error masih sangat tinggi, dan sebagian besar akibat pengaruh alkohol.

Ramdhan Nugraha bilang, karena itulah timnya melakukan penelitian perancangan Alcoloid. “Alat ini akan mendeteksi jumlah alkohol yang dikonsumsi oleh seseorang, apakah orang tersebut termasuk katergori sadar, setengah sadar ataupun sudah terpengaruh alkohol yang sangat berat,” terang Ramdhan, Rabu (15/1/2020).


Alcoloid (Iman Herdiana/era.id)

Kelebihan Alcoloid dibandingkan detektor alkohol biasa ialah terintegrasi dengan system IoT (Internet of Think). Dengan demikin, Alcoloid dapat bekerja dengan sistem offline ataupun online.

Lewat sIstem kerja online, data yang didapat dari seseorang yang dicek kadar alkoholnya akan masuk ke dalam database alcoloid.telkomuniversity.ac.id sekaligus akan terkirim ke smartphone. Setelah itu, akan terlihat track record penggunaan alkoholya. Sedangkan untuk mode offline, data tersebut hanya akan ditampilkan di layar Alcoloid tersebut.

“Keunggulan produk ini bahwa produk serupa yang ada di luar sejauh ini belum terhubung ke server (tidak online) sedangkan Alcoloid karena menggunakan sistem IoT sudah bisa terhubung ke server,” terangnya.

Ia juga mengklaim, ongkos produksi dan perawatan produk Alcoloid lebih murah dan efisien. Saat ini, Alcoloid dalam proses mendapatkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Setelah mendapat SNI, Alcoloid dapat masuk ke dalam produk Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

“Kami sudah ajukan untuk mendapat SNI,” katanya. Kabar baiknya, produk ini sudah mendapatkan Paten dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: