Kegiatan Para Single di Hari Valentine, dari Kerja Sampai Tiduran

Tim Editor

    Ilustrasi (Pixabay)

    Jakarta, era.id - Hari Valentine yang dirayakan hari ini, Jumat (14/2/2020) identik dengan tukaran cokelat, memberikan seikat bunga, hingga makan malam romantis bisa dilakukan oleh orang tersayang.

    Tapi kalau yang masih single ngapain aja sih? Kami pun mencari tahu kegiatan apa saja yang dilakukan oleh para 'pejuang kesendirian' di hari (yang katanya) penuh dengan kasih sayang ini.

    Laura yang sejak tiga tahun lalu putus dari kekasihnya lebih memilih menghabiskan waktu di dapur sembari membuat roti. Kebetulan dia memang seorang pembuat pastry.

    "Kerja aja di dapur, bikin dessert box. Kalau enggak ada gue, yang pacaran enggak bisa ngasih surprise dong," ujar Laura sambil tertawa.

    Bagi Laura, hidup sendiri tanpa kekasih selama beberapa tahun belakangan ini cukup membuatnya terbiasa dengan absennya ucapan romantis di hari spesial ini.

    Dia juga mengaku bukan orang yang romantis, sehingga momen Valentine terasa layaknya hari-hari biasanya.

    "Enggak banyak beda sih Valentine itu. Pas punya pacar aja enggak pernah ngerayain, biasa aja," kata wanita berusia 27 tahun ini.

    Hampir senada dengan Laura, Dedi pun mengaku lebih memilih tidur dan bekerja demi menghindari euforia Valentine. Freelancer bidang grafis ini juga 'puasa' bermedia sosial karena jengah dengan posting kemesaraan yang bertebaran di lini masa media sosialnya.

    Menurutnya, para pasangan yang memamerkan kemesraan di hari Valentine hanyalah orang kurang kerjaan.

    "Sebel. Kayak selow banget gitu hidupnya. Toh kalau mau berbagi enggak harus di Valentine. Bisa kapan aja dan terus menerus," kata pria lajang berusia 33 tahun itu.

    Berbeda dengan Dedi dan Laura, Agnes merayakan Valentine dengan lebih menyayangi dirinya sendiri, apalagi beberapa hari terkahir ini pekerjaannya benar-benar menguras pikiran.

    "Hari valentine ini, however, aku mau menyayangi diri sendiri. Setelah liputan mau nyalon. Treat myself day setelah 4 hari terakhir bekerja dengan intensitas tinggi," kata Agnes.

    Tapi, sebelum memulai ritual memanjakan diri sendiri, Agnes lebih memilih bekerja keras mengupas draf Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang beberapa waktu lalu diserahkan pemerintah ke DPR. Maklum, ia adalah seorang wartawati.

    "Sebagai wartawan ekonomi menunjukkan kasih sayang saya dengan cara membedah draf RUU Ciptaker yang kontroversial demi membuka informasi tertutup itu ke publik. Sesayang itu gue sama negara," kelakarnya.

    Meski masih terjebak dengan kesendirian tanpa pasangan, Agnes mengaku ikut terbawa suasana keriaan Hari Valentine, terutama banyaknya diskon bertebaran. Walaupun menurutnya, menunjukan kasih sayang bisa dilakukan kapan saja.

    Baginya, perayaan seperti Valentine jadi mengaburkan afeksi yang sudah diberikan setiap harinya. Seolah-oleh, kata Agnes, standar rasa sayang itu hanya valid di hari kasih sayang.

    "Tapi hanya gara-gara satu hari 'laknat' aja, semua afeksi dan perhatian yang pernah gue kasih sepanjang tahun itu langsung menguap," katanya.

    Nah, kalau kamu gimana, mblo? Apa masih sulit move on dan termehek-mehek di tengah kepungan romantisme Hari Kasih Sayang?

    Tag: valentine day

    Bagikan :