Hanung Bramantyo Lebih Suka Teater daripada Film, Kenapa?

Tim Editor

Hanung Bramantyo (Instagram)

Jakarta, era.id - Nama Hanung Bramantyo di industri perfilman Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi. Sepanjang karirnya sebagai sutradara dia sudah memproduksi 34 film hit di Indonesia. Tapi yang menarik perhatian, Hanung justru lebih menyukai pementasan teater daripada film.

“Sebetulnya gue enggak suka film. Buat gue film pas di jaman gue udah enggak ada. Apalagi pas masa transisi bioskop masuk ke mal berubah jadi cineplex, ribet. Gue harus dandan, pakai baju rapih, pake parfum,” kata Hanung lewat siaran live di Cabin Fever bareng Miles Films, Senin (8/6/2020).

Ketertarikan Hanung dengan dunia teater diperkuat dengan doktrin dari pihak keluarganya. Di mana dia tinggal bersama Neneknya yang sering mengajaknya untuk nonton pertunjukan ketoprak atau wayang.

Sejak saat itu, suami Zaskia Adya Mecca ini lebih cenderung menekuni dunia teater sebelum terjun ke film. Menurutnya, sejak duduk di bangku sekolah dasar, dia sudah terlibat dalam pementasan ketoprak.

“Pas gue kelas 5 SD, gue bareng teman-teman nyiapin pementasan ketoprak buat kakak kelas, tapi di tolak sama gurunya. Katanya teater gue jelek,” ungkapnya.

Mira Lesmana yang menjadi host di siaran Live itu pun tak kuasa menahan tawanya sekaligus heran dengan keputusan gurunya. Akhirnya, sutradara Habibie & Ainun itu pun balas dendam saat naik kelas 6 SD. Sialnya, di masa-masa kelulusannya itu, pihak sekolah justru tak menggelar acara perpisahan seperti tahun sebelumnya.

Kesal dengan keputusan sekolahnya, Hanung nekat meminta izin ke pihak kepala sekolah untuk tetap menggelar pementasan.

“Gue izin ke Kepala Sekolah ‘Pak saya kelas 6, saya mau bikin kesenian’. Pas di kasih izin, gue langsung nyiapin panggung pakai meja bareng teman-teman, gue juga bikin undangan sendiri yang di kasih ke orangtua murid biar pada dateng,” kenangnya.

Namun, upaya dan kecintaannya dengan dunia teater harus sedikit dia redam karena kariernya lebih cemerlang di dunia film. Sebanyak 34 film produksinya pun telah lahir dari pemikiran dan arahannya, misalnya Ayat-Ayat Cinta 1 & 2, Get Married, Catatan Akhir Sekolah, hingga Habibie & Ainun.

Meski lebih cinta dan menyukai teater, di beberapa karya yang dia rilis, sutradara berusia 44 tahun ini juga enggak melupakan dunia teater, ketoprak atau hal-hal yang berkaitan erat dengan unsur sejarah dan pewayangan.

Lihat saja film Kartini, Soekarno, Bumi Manusia, Sultan Agung Mataram 1628, hingga film yang masih dalam tahap produksi, Gatot Kaca. Semua film garapannya memiliki unsur sejarah yang kuat dan mengembalikan kecintaannya terhadap budaya dan sejarah Indonesia.

“Ada satu kata dari Mas Djaduk Ferianto yang masih gue ingat sampai sekarang. Dia bilang ‘Di dalam industri yang beser ini selalu ada orang yang setia kembali ke kebudayaan’,” tutup Hanung Bramantyo.

Film Gatot Kaca yang diproduseri oleh Hanung Bramantyo terpaksa menunda seluruh proses syuting akibat pandemi COVID-19. Film ini akan meriahkan oleh penampilan Rizky Nazar, Yayan Ruhiyan, Edward Akbar, Yasmin Napper, dan masih banyak lagi yang belum diungkapkan Hanung.

Tag: hari film nasional 2018

Bagikan: