Sejarah dan Plus Minus Sepeda BMX

Tim Editor

    Sepeda BMX (gtbicycles)

    Jakarta, era.id - Di Indonesia, pesona sepeda BMX di kalangan anak muda, masih sulit ditandingi. Menunggangi sepeda BMX diklaim punya sensasi berbeda.

    Asal mula BMX diperkirakan hadir pada akhir 1960an atau awal 1970an. BMX singkatan dari Bicyle Motorcross atau Bike Motorcross. Huruf X, ialah cross atau tanda silang.

    Dilansir dari Sepeda.me, saat itu, anak-anak di Amerika kepincut dengan motorcross. Melihat sepedanya, mereka lalu mempreteli sepeda mereka meyerupai motorcorss.

    Fenomena ini didokumentasikan pada film On Any Sunday, tentang motorcross pada 1971. Pada awal film atau pembukaannya, ditampilkan anak-anak yang sedang balapan sepeda di jalan offroad, sambil melompati gundukan, jumping, dengan sepeda yang dimodifikasi.

    Pesepeda BMX lama-kelamaan memakai sepedanya untuk naik tangga, pipa, pagar, tembok, dan tempat-tempat yang tak dikira sebelumnya. BMX lalu berkembang hingga dibuatkan frame yang tahan banting dan komponen kuat lain.

    Soal kelebihan BMX, tentu saja ia ringan dan kuat, sehingga enak dibawa dan tidak mudah rusak. Harganya juga murah jika dibandingkan dengan sepeda gunung atau sepeda balap.

    Perawatannya lebih mudah, karena hanya memiliki satu gear dan cocok untuk dipakai atraksi dan manuver yang ekstrem.

    Sayangnya, BMX tidak optimal dipakai untuk jarak jauh. Sadelnya dirancang bukan untuk tempat duduk yang paling nyaman, karena kebanyakan sepeda BMX dipakai sambil berdiri.

    Dengan single gear, sepeda BMX akan sedikit kesulitan untuk mendaki jalan yang curam. Lagipula, tidak adanya suspensi membuat getaran atau guncangan pada sepeda BMX akan sepenuhnya diterima oleh pengendaranya.

    Tag: balap sepeda downhill

    Bagikan :