Ari Malibu yang Dicintai Kini Telah Pergi

Tim Editor

    Ari Malibu (Sumber: Instagram/Reda.Gaudiamo)

    Jakarta, era.id - Di samping Chrisye, David Naif, dan Once Mekel, Ari Malibu adalah penyanyi lokal favoritku. Ari Malibu adalah salah satu pembawa kedamaian. Suara lembut dan nyanyian gitarnya adalah teman paling syahdu.

    Kemarin malam, kedamaian itu baru saja pergi untuk selama-selamanya. Ari Malibu mengakhiri perjuangannya melawan kanker esophagus atau kanker kerongkongan. Sejak divonis pada November 2017 lalu, Ari Malibu telah melakoni berbagai pengobatan, baik medis ataupun tradisional.

    Ari Malibu adalah salah satu sosok paling berjasa dalam membumikan puisi. Bersama Reda Gaudiamo, Ari Malibu telah melagukan lusinan puisi sejak tahun 1988. Berbagai judul puisi penyair ternama, mulai dari Sapardi Djoko Damono hingga Goenawan Mohamad telah ia lagukan.

    Proyek musikalisasi puisi Ari Malibu dan Reda dalam duo AriReda berhasil mengantarkan puisi melalui transisi panjang perubahan zaman. Semua sepakat, segala hal baik harus diwariskan, termasuk puisi.

    Dan musikalisasi puisi AriReda, tentu adalah salah satu aktualisasi paling mujarab. Terbukti, geliat musikalisasi pun mulai tumbuh. Frau adalah salah satu nama yang tumbuh di antara geliat itu. Sebagai penikmat Frau, saya sepakat.


    Baca Juga : Sapardi, AriReda, dan Musikalisasi Puisi


    Akhir tahun lalu, saya berkesempatan berbincang dengan Ari Malibu dan Reda, selepas mereka mentas di Festival Panen Raya. Keduanya sangat hangat dan antusias menceritakan perjalanan mereka mengantar puisi melalui peralihan zaman. 

    Dari perbincangan itu, saya tahu bagaimana keduanya mencintai dunia yang puluhan tahun mereka selami. Dan saya pun paham kenapa dunia seni dan seisinya mencintai kedua orang ini. Dibanding Ari Malibu, Reda memang lebih banyak bertutur. 

    Ia bercerita, bagaimana keduanya diceburkan ke dalam dunia musikalisasi oleh Ags. Arya Dipayana, seorang penyair dan seniman teater yang juga sahabatnya.

    Saat itu adalah tahun 1987. Ketika Dipayana mengajaknya bergabung dalam proyek musikalisasi puisi yang diprakarsai oleh Sapardi dan Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu. Saat itu, semangat mewariskan puisi mulai dibangun oleh Sapardi dan Fuad.

    "Ceritanya, dua bapak jagoan ini mau membuat puisi lebih dikenal. Caranya, dengan dinyanyikan. Jadi lagu," tutur Reda kala itu.

    Dipayana lah yang memperkenalkan Reda dengan musikalisasi puisi, Hujan Bulan Juni, bahkan dengan sang penciptanya, Sapardi. Dipayana, diceritakan Reda adalah sosok yang sangat dekat dengan Sapardi. Pertalian antar anak manusia itulah yang kemudian 'menjebak' Reda di dalam nikmatnya melagukan puisi.


    Penampilan AriReda di Lokananta (Foto: Dokumentasi pribadi/Yose Riandi)


    Ari yang Dicinta

    Dari obrolan bersama Ari Malibu dan Reda kala itu, saya tahu, Ari adalah sosok yang hangat. Dan jelas, enggak ada orang yang enggak mencintai orang yang memiliki sifat hangat.

    Dan terbukti. Di lingkaran kehidupannya, Ari Malibu begitu dicintai. Lihat saja berbagai aksi solidaritas yang digelar untuk mendukung perjuangan Ari Malibu sembuh.

    Dari konser kecil di Coffe War, Kemang, Jakarta Selatan hingga pentas seni dan budaya yang digelar di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat. Berapa banyak tangan yang terulur membuktikan bagaimana Ari Malibu begitu dicintai.

    Atau, cinta yang besar itu pun bisa kita lihat dari komentar-komentar masyarakat di media sosial. Di kolom komentar akun Instagram @reda.gaudiamo misalnya, di mana duka begitu dingin terasa, seiring doa yang deras mengalir.

    Akun @ulinrostiti misalnya, yang menuliskan, "Subhanallah perjalanan pulang yang sangat indah, diiringi lantunan Takbir dari seluruh penjuru bumi, sungguh kebaikan semasa hiduplah yang membawa mas Ari berpulang dalam damai bersama Allah. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un."

    Atau akun @ayunindyati yang mengimbuhkan, "Selamat jalan mas Ari... petikan gitarmu yang membahagiakan siapapun yang mendengarnya ikut mengiringi langkahmu ke pangkuanNya.... mba @reda.gaudiamo peluk penuh cinta untuk meringankan duka."

    Ari Malibu kini telah berpulang dengan damai. Di malam menjelang hari suci Idulfitri, Ari Malibu pergi, meninggalkan kedamaian di dunia lewat karyanya, menuju kedamaian lain di surga.

    Selamat jalan, Mas Ari!

    Tag: arireda puisi album musik

    Bagikan :