Polisi Periksa Kotoran Milik Keluarga yang Diduga Tewas Kelaparan di Kalideres Jakbar

| 24 Nov 2022 14:00
Polisi Periksa Kotoran Milik Keluarga yang Diduga Tewas Kelaparan di Kalideres Jakbar
Rumah milik keluarga yang diduga tewas karena kelaparan di Kalideres, Jakarta Barat. (Antara)

ERA.id - Polisi masih menelusuri kasus keluarga yang tewas diduga kelaparan dalam rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar). Saat ini, penyidik bersama tim forensik, memeriksa feses atau kotoran para korban.

"(Di dalam feses) ini mengandung apa, kan harus diteliti lagi," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Kamis (24/11/2022).

Diketahui, empat orang penghuni rumah yang ditemukan tewas itu adalah Rudyanto Gunawan (71) sang kepala keluarga, Renny Margaretha (68) sang istri, Dian Febbyana Apsari Dewi (42) anak mereka, dan Budyanto Gunawan (68) adik Rudyanto.

Hengki menjelaskan penelusuran terkait kasus ini harus dilakukan secara hati-hati. Butuh waktu lebih banyak, agar motif dan penyebab tewasnya korban bisa diketahui.

Terkait korban yang ingin menjual barang-barang di dalam rumahnya, juga masih didalami.

"Kemudian kita ketemu lagi yang lain, oh dia (korban) menghubungi untuk menjual barang, segala macam. Sempat masuk atau tidak? Oh ternyata barangnya sudah disiapkan di luar tinggal ngambil. Jadi ini bener-bener interkolaborasi, kita ke depankan scientific crime investigation," ujar Hengki.

Sebelumnya, polisi mengungkap satu keluarga yang ditemukan tewas di dalam rumah di kawasan Kalideres, berkomunikasi satu arah dengan dua handphone-nya. Kombes Hengki Haryadi menyebut bahasa yang digunakan korban seperti orang berpendidikan.

"Kata-katanya sangat rapi, terlihat berpendidikan," kata Hengki kepada wartawan, Selasa (22/11).

Hengki tak banyak memberi keterangan terkait isi percakapan korban di handphone tersebut. Terkait siapa korban yang intens berkomunikasi di handphone tersebut, belum dia jelaskan.

"Belum tahu masih kita dalami. Karena HP itu dipakai sama-sama," jelasnya.

Termasuk perihal adanya kata-kata yang berisi emosi negatif seperti yang dia sampaikan beberapa waktu lalu, belum juga dibeberkan. Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini hanya menambahkan sejumlah kata dalam bahasa Inggris dituliskan ketika korban ini berkomunikasi.

"Ada bahasa Inggris di sela-sela tulisan tersebut. Namun sepertinya wanita yang menulis," katanya.

Rekomendasi