Ganjar Sebut Capres Harus Bisa Jaga Emosi

| 11 Jan 2024 10:46
Ganjar Sebut Capres Harus Bisa Jaga Emosi
Capres, Ganjar Pranowo. (Antara)

ERA.id - Calon Presiden (Capres) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo menyebut, calon pemimpin harus bisa menjaga emosinya. Terlebih di atas panggung saat debat kandidat capres Minggu kemarin. 

Hal itu merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke 12 Jusuf Kalla terkait adanya capres yang hobi marah-marah.

"Iya. Pasti emosinya harus dijaga. Karena kalau pertunjukannya adalah kemarahan, emosi, pasti ada beberapa yang tidak suka," kata Ganjar di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (11/1/2024).

Dia mengatakan, seorang capres seharusnya menampilkan hal-hal yang edukatif saat berdebat, bukan emosi yang meledak-ledak.

Ganjar lantas mencontohkan diri sendiri, meskipun ada yang menilai debat ketiga Pilpres 2024 tak edukatif, namun dia selalu berusaha memberikan edukasi. Miasalnya dengan menampilkan data-data.

"Seumpama ada orang yang mengatakan tidak edukatif gitu. Tapi menurut saya itu edukasi paling baik," kata Ganjar.

"Umpama, saya tidak mau ngomong yang lain, saya ngomong diri saya sendiri. Kenapa saya mencoba menampilkan data terus menerus, karena kita melihat antara target performance hari ini dan dikukung oleh data, publik akan tereduksi," imbuhnya.

Mantan gubernur Jawa Tengah itu mengatakan, data-data yang disampaikan olehnya adalah caranya untuk mengedukasi publik, mengenai capaian terhadap target dalam sebuah program.

Dia justru senang jika ada yang mendebat data-data yang disodorkannya, asalkan mampu memberikan data tandingan.

"Sehingga kalau kemudian bicaranya, ya tidak ada data yang ditampilkan hari ini, oke secara kuantitatif tidak bisa. Maka setidaknya pemimpin itu bicara kualitatifnya apa," ucapnya.

Sebelumnya, JK meminta masyarkat cermat memilih calon pemimpin. Dia mengajak masyarakat membayangkan apabila Indonesia dipimpin oleh sosok yang mudah marah.

Dia lantas menyindir salah satu Paslon Pilpres yang sering marah-marah saat debat kandidat calon presiden yang diselenggarakan oleh KPU di Istora Senayan, Jakarta, Minggu kemarin. 

"Jadi, harus hati-hati memilih pemimpin. Kita lihat kemarin malam saja di debat. Bagaimana kira-kira kalau dia berdebat dengan kepala negara lain, bisa ditonjok kepala negara lain," kata JK.

Rekomendasi