TPN Bentuk Tim Khusus, Bakal Lakukan Audit Forensik Kecurangan Pemilu 2024

| 15 Feb 2024 18:30
TPN Bentuk Tim Khusus, Bakal Lakukan Audit Forensik Kecurangan Pemilu 2024
Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto. (ERA/Gabriella Thesa)

ERA.id - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud membentuk tim khusus yang tujuannya untuk melakukan audit forensik atas dugaan kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto mengatakan, tim khusus ini akan diisi oleh para pakar.

"Dibentuk tim khusus untuk melakukan suatu audit foremsik. Dan tim khusus ini nantiny akan terdiri dari pakar hukum, pakar IT,  kemudian juga demografi," ujar Hasto di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

Para pakar itu disebut memiliki kredibilitas atau yang tinggi. Khususnya, dalam mengungkap bukti di balik dugaan terjadinya pelanggaran yang terstruktur.

"Mereka-mereka yang memang punya pengalaman di dalam mengungkapkan bukti-bukti material agar apa yang menjadi ketentuan pelanggaran secara terstruktur," ucapnya.

"Artinya melibatkan suatu kekuasaan, masif itu suatu dengan orkestrasi yang menyeluruh dan sistematis, sistematis dengan orkestrasi yang menyeluruh dan dampaknya adalah masif," sambung Hasto.

Tak hanya itu, pakar yang dilibatkan dalam tim khusus tersebut juga memiliki spirit untuk menjaga demokrasi.

"Berdasarkan analisis terhadap proses, memang ada beberapa elemen-elemen di dalam internal penyelenggara pemilu dan juga pengawas pemilu di dalamnya ada pelemahan-pelemahan secara sistematis pula," kata Hasto.

Seluruh tim khusus berasal dari internal TPN Ganjar-Mahfud. Meskipun kelompok masyarakat sipil juga mengkritik dugaan kecurangan pemilu, namun pihaknya tak mau melibatkan kelompok lain di luar timses.

"Kami tidak mencampuri terhadap seluruh independensi dari pergerakan masyarakat sipil. Sehingga, tim khusus ini lebih banyak berasal dari internal TPN, atau pihak yang sukarela ingin berikan pengetahuan, pengalaman, kompetensinya dalam mengungkapkan berbagai aspek anomali demokrasi ini," pungkasnya.

Rekomendasi