ERA.id - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mendesak tim dari partainya bergerak cepat mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Sumatera. Dia meminta kebutuhan bagi para korban dicatat.
Hal itu disampaikan saat memantau langsung penyerahan bantuan sosial bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh melalui telekonfensi, di sela-sela Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
"Harus semuanya harus selalu dengan seperti yang saya katakan, mempergunakan waktu secepat-cepatnya supaya kami dari, di sini, bisa segera menyediakannya kembali," kata Megawati.
Adapun dalam telekonfensi itu, Megawati berdialog langsung dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Sri Rahayu yang berada di Lhokseumawe bersama tim Kapal Rumah Sakit Laksamana Malahayati yang dipimpin kapten Hermanto Sinaga. Kapal tersebut akan melanjutkan perjalanan ke Sabang.
Kepada Megawati, Sri Rahayu melaporkan, hari ini terdapat 800 orang yang melalukan pemeriksaan kesehatan, baik dari orang tua maupun anak-anak. Menurut Rahayu, mayoritas korban saat ini mengalami gatal-gatal hingga diare.
Megawati lantas mengingatkan agar segala keperluan bagi para korban segera dicatat dan dilaporkan. Jangan menunggu persedian habis, agar segera dikirimkan.
"Karena saya selalu mengatakan, di dalam mengatasi bencana, yang paling dibutuhkan adalah kecepatan waktu, apa kekurangannya dan lain sebagainya," kata Megawati.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga berdialog dengan salah satu ibu yang menggendong anaknya berusia 1 tahun.
Megawati lantas menanyakan jumlah anak warga tersebut. Ibu itu menjelaskan bahwa ia memiliki dua anak; yang sulung berusia 17 tahun dan yang bungsu berusia 21 bulan. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku sekolah menengah.
Mendengar hal itu, Megawati langsung menanyakan kondisi akses pendidikan pascabencana. Dia pun berharap proses pembersihan fasilitas pendidikan segera tuntas agar hak belajar anak-anak tidak terhenti terlalu lama.
"Insya Allah bisa cepat segera dilakukan (pembersihan), supaya anak-anak kembali bersekolah ya, Bu," ujar Ketua Dewan Pengarah BRIN tersebut