Swifties Rayakan Kebebasan Taylor Swift Rekam Lima Album Pertamanya

Tim Editor

Taylor Swift. (Twitter/ Taylor Swift)

ERA.id - Swifties (nama penggemar) akhirnya bisa merayakan hari kemenangan dan kebebasan dari idolanya, Taylor Swift atas hak merekam ulang lima album karyanya. Perayaan ini dimeriahkan dengan tagar #TaylorIsFree, Minggu (1/11/2020). 

Diberitakan dari NME, Taylor akhirnya bisa dengan bebas merekam ulang lima album pertamanya yang sempat kontroversi. Di mana saat itu ia mengklaim Scooter Braun dan Scott Borchetta telah memblokirnya untuk menggunakan dan menyanyikan lagu-lagu lama miliknya. 

Upaya pemblokiran ini dikarenakan nilai kesepakatan jual beli antara mantan label Taylor, Big Machine yang menjual hak lima album Taylor ke Scooter senilai 300 juta dolar (Rp4,3 triliun). Lima album itu meliputi Taylor Swift, Fearless, Speak Now, Red, dan 1989.

Namun tahun lalu saat melakukan wawancara dengan Good Morning America, Taylor mengungkap kesepakatan kontrak barunya mengizinkan ia untuk merekam dan menyanyikan ulang lima album pertamanya di bulan November 2020. 

Taylor Swift. (Twitter/Taylor Swift)

 

"Itu adalah sesuatu yang sangat saya sukai, karena kontrak saya mengatakan bahwa mulai November 2020, saya dapat merekam album satu sampai lima lagi. Saya sangat bersemangat tentang itu," kata Taylor Swift, dikutip People dari Good Morning America, Selasa (3/11/2020). 

Penggemar yang sudah sangat menantikan momen ini pun ramai-ramai menyuarakan #TaylorIsFree di media sosial. Mereka semua bersorak atas kemenangan dan kembalinya Taylor dengan lima album pertamanya. 

"#TaylorIsFree TIDAK ADA YANG AKAN MENGAMBIL KREDIT UNTUK KERJA DIA SENDIRI .... dia BEBAS," tulis seorang penggemar. 

"Orang terbaik dalam hidup adalah bebas. #TaylorIsFree," tulis yang lainnya. 

Kini Taylor berada di bawah naungan Republic Records dan sudah menghasilkan dua album terbaru, Lover dan Folklore. 

Taylor Swift. (Twitter/Taylor Swift)

 

Baru-baru ini juga lagunya, "Only The Young" dijadikan lagu kampanye oleh tim Joe Biden melalui Anggota Kongres California, Eric Swalwell. Ini merupakan pertama kalinya Taylor mengizinkan lagunya dipakai untuk kepentingan politik. 

Tag: taylor swift musik

Bagikan: