Rocky Gerung: Dasco Harusnya Pertemukan Jokowi dengan Rizieq Shihab

| 09 Feb 2021 19:30
Rocky Gerung: Dasco Harusnya Pertemukan Jokowi dengan Rizieq Shihab
Dasco bersama Abu Janda dan Pigai (Dok. Instagram sufmi_dasco)

ERA.id - Pengamat politik Rocky Gerung menanggapi pertemuan antara eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dengan aktivis media sosial Permadi Arya atau Abu Janda dimediasi Sufmi Dasco, Ketua Harian Gerindra. 

"Harusnya Pak Dasco lakukan langkah yang paralel yaitu pertemukan ajak makan di meja yang sama Habib Rizieq dengan Presiden Jokowi, kan dia bermusuhan lebih berat kan," kata Rocky dalam Youtube Rocky Gerung Official, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, permusuhan antara Abu Janda dengan Pigai karena persoalan HAM. Harusnya justru soal HAM tak boleh diselesaikan di meja makan.

"Kalau soal politik bisa, sama seperti Ibu Mega siapin nasi goreng. Jadi mestinya yang dipertemukan oleh saudara Dasco sebagai partai yang dukung pemerintah yaitu Habib Rizieq dan Jokowi. Itu musuh politik. Itu yang harus didamaikan," kata Rocky.

Ia menegaskan persoalan HAM tak boleh 'didamaikan'. Sebab menjadi catatan sejarah. Dikhawatirkan bila 'didamaikan' maka semua orang akan melakukan hal yang sama nantinya.

"Jadi agendanya beda. Kita nggak tahu ini agendanya apa, kita pasti ini adalah agenda kekuasaan melalui mungkin aparat intelijen telah beroperasi dan menganggap Pigai bisa berbahaya, kalau tidak dirangkul atau sebaliknya, si makhluk itu (Abu Janda) terancam. Jadi perdamaian itu perdamaian yang semu," ujarnya.

Rocky menilai sejarah panjang dalam menghargai ras tak bisa didamaikan. Tapi harus dicatat dalam sejarah. Adapun catatan tersebut harus ada tandanya.

"Tanda perdamaian politik seperti yang dilakukan Presiden Amerika Selatan Nelson Mandela dengan mengambil inisiatif untuk menghasilkan perdamaian dan perubahan karena pengertian masing-masing pihak," katanya.

Berbeda dengan pertemuan Pigai dan Abu Janda yang dianggap hanya pertemuan yang diusulkan politisi untuk berdamai. Sehingga tak akan diingat sebagai perdamaian. Karena dilakukan politisi yang ada di pihak pemerintah. 

"Perdamaian itu bisa dilakukan kalau dimediasi pihak ketiga yang betul-betul netral. Ini saudara Dasco pimpinan partai Gerindra juncto pimpinan DPR dan partainya pendukung Jokowi, itu tanda tanya besar bagi publik pengamat demokrasi," katanya.

Rekomendasi