Sekjen Persatuan RS Indonesia: Kasus COVID-19 Mulai Turun, RS Lebih Longgar

| 16 Feb 2021 18:31
Sekjen Persatuan RS Indonesia: Kasus COVID-19 Mulai Turun, RS Lebih Longgar
Ilustrasi COVID-19 (Era.id)

ERA.id - WHO menerapkan batas aman keterisian ruang rawat COVID-19 sebanyak 60 persen. Sedangkan berdasarkan data Satuan Tugas COVID-19, 21 Januari 2021 pasca liburan akhir tahun 2020 sebanyak 5 dari 7 provinsi di Pulau Jawa memiliki angka keterpakaian ruang rawat diatas 70 persen.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia Partakusuma mengungkapkan terjadi penurunan penerimaan pasien COVID-19 sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali.

"Saat ini tersedia 940 Rumah Sakit rujukan dengan 44.861 tempat tidur di seluruh Indonesia. Namun angka ini belum termasuk Rumah Sakit non rujukan yang jika dijumlah terdapat 66.712 tempat tidur, dengan PPKM ini rumah sakit terlihat lebih longgar dan mengalami penurunan penerimaan pasien COVID-19," ujarnya lewat konferensi pers virtual, Selasa (16/2/2021).

Meski begitu, Lia belum sepenuhnya yakin dengan efektivitas PPKM ini. Ia merasa harus melakukan riset dan penelitian apakah PPKM yang berjalan selama empat minggu ini mampu menurunkan angka pasien COVID-19.

"Angka ini nampaknya sudah menurun tetapi kita baru bisa melihat apakah ada relevansinya terhadap PPKM setelah berjalan satu minggu. Lebih lanjut lagi kita akan meneliti dan mempelajari hal ini," tambah Lia.

Selanjutnya, Kepala Sekretariat RS Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Tjahja Nurobi mengatakan memang terjadi penurunan untuk kasus terkonfirmasi COVID-19. Ia mengatakan bahwa sejak 24 Januari sudah mengalami penurunan pasien dan PPKM ini turut membantu penurunan angka tersebut.

"Hari ini tingkat hunian RSDC sudah mengalami penurunan sebanyak 50 persen untuk pasien bergejala,” ujar Tjahja saat konfrensi pers.

Namun ia juga mengungkapkan hal ini belum bisa digunakan sebagai acuan karena sebelumnya RSDC menerima pasien orang tanpa gejala (OTG).

"Yang tadinya kita merawat pasien OTG dan bergejala sekarang ini hanya focus untuk pasien dengan gejala berat," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan pada waktu dekat ini RSDC Wisma Atlet akan segera menerima pasien OTG Kembali karena sudah ada penurunan sebanyak 50 persen.

Rekomendasi