Dituding Berbisnis PCR, Erwin Aksa ke Penuduh: Caplin Itu Siapa, Apa Pak JK?

| 16 Nov 2021 09:36
Erwin Aksa (Facebook Erwin Aksa)

ERA.id - Beberapa waktu lalu, ramai nama Erwin Aksa disebut beberapa akun di media sosial Twitter. Pasalnya, ia dituding meraup keuntungan besar-besaran dari bisnis PCR di Indonesia.

Dalam tulisan opini Ninoy Karundeng, keponakan JK tersebut dianggap sebagai gembong PCR. Begitu juga dengan tulisan Haidar Alwi.

Opini Ninoy sendiri sudah dibaca oleh ERA.id, intinya dalam tulisan tersebut, Ninoy menilai aneh, sebab mengapa cuma Luhut dan Erick saja yang terseret dalam arus deras persoalan ini? Persoalan keberpihakan politik pun turut dibahasnya.

Akhirnya, Erwin pun buka suara di akun Twitter-nya. Ia menganggap santai semua tuduhan tersebut. Bahkan, kakak dari Sadikin ini mengaku, ini adalah kerjaan buzzer.

Pertama, ia mengunggah tangkapan layar dari tulisan Ruchul Ma'ani yang menyebut nama Erwin dan terduga perusahaan penyedia PCR dari Erwin.



"*Erwin Aksa Gembong PCR dan Framing Pemecatan Luhut dan Erick* by, Ninoy Karundeng_

Kalau mau menyebut gembong PCR, salah satunya jelas nama Erwin Aksa, keponakan JK. Maka kalau dirunut ke belakang kisruh PCR ini terkait dengan pontang-pantingnya Bosowa Goup zaman Jokowi."

"Mba ninoy apa mencoba menglihkan issaue karena salah satu yang di tempo ada yang keberatan, caplin itu siapa apa pa jk?"

Setelah itu, Erwin langsung menyebut kalau sebaiknya Ninoy menulis yang benar, bukan fitnah.

"Ia merupakan salah satu dari 13 penulis yang diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada 19 Mei 2015. tulisan nya mencoba mengalihkan issue karena ada nga suka namanya di angkat tempo .nulis yang benar bukan fitnah.

tulisan tersebut di tulis oleh Ninoy Karundeng adalah seorang aktivis media sosial asal Indonesia dan penulis Kompasiana yang dikenal karena membuat tulisan-tulisan mengenai kisruh Keraton Jogja, pembunuhan siswa dan intrik politik," tambah Erwin.

Setelah itu, Erwin berpindah membahas Haidar Alwi yang juga menulis tentang dirinya. Menurut Erwin, Haidar adalah tim pemenangan Jokowi-Ma;ruf 2019 silam. Ia berambisi menjadi menteri, namun tidak kesampaian.

"BUKAN LUHUT & ERICK THOHIR, INILAH DATA RESMI AKTOR-AKTOR KELAS KAKAP DI BALIK BISNIS TES PCR*Oleh: R Haidar Alwi*

Serangan terhadap Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir secara perlahan telah membuka tabir para pemain besar tes Covid-19."

"Haidar alwi pemilik Haidar Alwi Institute relawan pemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. ambisi menjadi menteri yang tidak kesampaian suka melakukan framing pemberitaan yang sumir kepada para tokoh."

"lg ada yang mau alihkan issue coba pake buzzer buzzer."

Terpantau, beberapa akun juga menganggap wajar jika Erwin berbisnis, toh ia adalah pengusaha, bukan seorang pejabat pemerintahan. Hal tersebut disampaikan beberapa akun, saat menanggapi cuitan komisaris PT Pelni Dede Budhyarto yang 'turun gunung' menyeret nama bos Bosowa Corp itu.

"Kekira Paman BH38B @msaid_didu brani kagak komentarin bisnis PCR punya Group Bosowa, Erwin Aksa?? Sesama gank chaplin dari selatan," tulis @kangdede78.

Hal itu kemudian menuai balasan, "Ngapain ngomemtari milik erwin aksa. Yg kita komemtari adalah pejabat negara yg masih berbisnis ... FAHAM MAS ??" tulis @DeniIkhwan4.

"Pengusaha sama pejabat itu beda jauh, bloon lu wak," tulis @HukumDan.

Rekomendasi