Bantah Kabar Ratusan Peneliti LBM Eijkman Diberhentikan, Kepala BRIN: Tidak Benar

Tim Editor

Laksana Tri Handoko (Dok. Antara)

ERA.id - Peleburan Lembaga Biologi Molekuler (LBM Eijkman) ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menjadi sorotan publik. Sebab, setelah lembaga itu dialihkan ke BRIN beredar kabar ratusan penelitinya diberhentikan.

Kabar tersebut tegas dibantah Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. Dia menegaskan, tidak benar bahwa ada ratusan peneliti Eijkman yang diberhentikan.

"Informasi tersebut tidak benar," kata Handoko kepada wartawan, Minggu (2/1/2022).


Handoko menjelaskan, selama ini Eijkman bukan lembaga resmi pemerintah. Lembaga itu merupakan unit proyek di Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) sebelum dilebur dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Karena itu, sejumlah periset yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) tidak bisa diangkat menjadi peneliti penuh. Menurut Handoko, selama ini mereka hanya sebagai tenaga administrasi.

"Hal ini menyebabkan selama ini para PNS Periset di LBM Eijkman tidak dapat diangkat sebagai peneliti penuh, dan berstatus seperti tenaga administrasi," kata Handoko.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang BRIN menyatakan bahwa seluruh lembaga penelitian harus diintegrasikan ke dalam BRIN. Tercatat ada empat entitas lembaga penelitian resmi lainnya yang berintegrasi dengan BRIN, antara lain yaitu BATAN, LAPAN, LIPI, dan BPPT.

"Dengan terintegrasinya Kemristek dan empat LPNK ke BRIN, status LBM Eijkman telah kami lembagakan menjadi unit kerja resmi yakni Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman di bawah Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati," kata Handoko.

Dengan status ini kata Handoko, para periset di LBM Eijkman dapat diangkat menjadi peneliti dengan mendapatkan segala hak finansialnya. Meski begitu, LBM Eijkman belakangan diketahui banyak merekrut tenaga honorer tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku.

Oleh karenanya, kata Handoko, BRIN memberikan lima opsi sesuai status masing-masing periset.
Opsi-opsi tersebut juga telah disampaikan melalui forum-forum resmi yang dihadiri periset Eijkman.

"Sehingga benar bahwa ada proses pemberhentian sebagai pegawai LBM Eijkman, tetapi sebagian besar dialihkan atau disesuaikan dengan berbagai skema diatas agar sesuai dengan regulasi sebagai lembaga pemerintah," paparnya.

Sementara terkait beredarnya informasi adanya honorer di lembaga itu yang diberhentikan tidak mendapat pesangon, Handoko bilang hal tersebut telah sesuai dengan regulasi. Lagipula, ketentuan tersebut juga terdapat dalam kontrak mereka.

"Sesuai regulasi, honorer di lembaga pemerintah selalu berbasis kontrak tahunan, dan wajib diberhentikan pada akhir tahun anggaran. Dan tentu tidak ada pesangon. Kalau ada pesangon itu melanggar hukum," tegasnya.

Kabar peleburan LBM Eijkman ke dalam BRIN secara resmi disampaikan oleh Tim Waspada Covid-19 LBM Eijkman (Wascove) melalui akun Instagram @eijkmaninstitute. Tim Wascove berpamitan dan menyampaikan apreasiasi kepada masyarakat Indonesia atas dukungannya dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Mulai tanggal 1 Januari 2022, kegiatan deteksi COVID-19 di PRBM Eijkman akan diambil alih oleh Kedeputian Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional," tulis Tim Wascove dalam keterangan di Instagram @eijkmaninstitute, Sabtu (1/1).

Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19, Tim Wascove berperan dalam deteksi dan penelitian virus SARS-CoV-2 termasuk penelitian Plasma Konvalesen dan pengembangan Vaksin Merah Putih.

Hingga 31 Desember 2021, Tim Wascove telah mendistribusikan lebih dari 155.000 VTM (Viral Transport Medium) ke 33 provinsi di Indonesia. Kemudian memeriksa lebih dari 95.000 sampel Covid-19 dari 351 fasilititas layanan kesehatan (fasyankes) dan melaporkan 2.345 hasil pemeriksaan Whole Genome Sequence SARS-CoV-2 ke GISAID dengan 550 sequence tambahan yang sedang dianalisis.

"Tim WASCOVE ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas segala dukungan dalam setahun lebih WASCOVE berkarya," ujar mereka.

Akun Instagram @eijkmaninstitute juga mengunggah foto para periset di LBM Eijkman yang berjajar dan berfoto bersama di depan gedung LBM Eijkman. Dalam keterangannya, mereka berpamitan kepada masyarakat Indonesia dan mengucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini.

"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan selama 33 tahun Lembaga Eijkman berkiprah dalam pengembangan penelitian Biologi Molekuler Kesehatan dan Obat di Indonesia dan dunia. Mari kita jaga spirit dan etos kerja dimanapun kita berada," bunyi keterangan dalam unggahan akun Instagram @eijkmaninstitute, Minggu (2/1)

Tag: Kemenristek/BRIN Eijkman Laksana Tri Handoko

Bagikan: