Dinas Pendidikan Balikpapan Buat Gerakan Donasi Laptop dan Ponsel

Tim Editor

Keterbatasan belajar secara daring (Dok. Antaranews)

ERA.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan membuat gerakan donasi laptop dan telepon seluler cerdas untuk dibagikan kepada anak-anak yang saat ini belum memiliki fasilitas belajar secara daring. Pasalnya, masih ada 1.708 anak yang tak bisa belajar online karena tak punya fasilitas.

"Dalam perhitungan kami, di Balikpapan saja ada 1.708 anak yang tidak bisa ikut belajar online karena ketiadaan fasilitas, sementara wabah COVID-19 ini mengancam siapa saja, tak terkecuali anak-anak," kata Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin di Balikpapan dikutip dari Antaranews, Rabu (30/7/2020).

Ia meminta lembaga ataupun perusahaan-perusahaan di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ratusan perusahaan swasta di Balikpapan turut terlibat membantu gerakan tersebut. Target donasi itu untuk memenuhi kebutuhan saat ini, yaitu 1.708 unit, setara dengan jumlah anak-anak yang memang memerlukan. Telepon seluler cerdas dan laptop bekas tersebut, katanya, akan diberikan kepada siswa SD/madrasah ibtidaiyah maupun SMP/madrasah tsanawiyah yang membutuhkan.

"Kepada ibu dan bapak yang ingin berdonasi dapat menyerahkan langsung laptop atau handphone-nya ke Dikbud Balikpapan di Jalan Ruhui Rahayu I, pada tanggal 10-15 Agustus 2020 pada jam kerja pukul 08.00-15.00 Wita," kata Muhaimin.

Ia berjanji meneruskan amanah donasi tersebut kepada anak-anak yang berhak pada peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020. Wabah COVID-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia memaksa pemerintah untuk menutup sementara sekolah-sekolah. Anak-anak pun belajar secara daring dengan menggunakan laptop atau handphone.

Hanya saja, tidak semua anak memiliki fasilitas tersebut, sementara orang tua mereka juga tidak punya kelebihan harta untuk pengadaan HP cerdas atau laptop.

"Karena itulah kami adakan gerakan ini," kata Muhaimin.

Karena itu, ia mengimbau mereka yang memiliki alat-alat belajar daring yang sudah tak terpakai lagi, namun kondisinya masih bagus, untuk menyumbangkannya ke Dinas P dan K Kota Balikpapan.

Tag: era pendidikan dunia pendidikan pendidikan covid-19

Bagikan: