Perasaanku saat ini berkecamuk, aku merasa hancur, sehancur martabatku yang rusak berantakan karena ulah manusia-manusia terhadap kaumku: menyerang kami dengan ketapel atau 'daleman' perempuan. Video bullying terhadap kaumku menyebar di media sosial sialan, memeloroti martabat kami yang sejak dulu terpelihara baik sebagai horor paling menakutkan.
Kemarin malam, aku merasuk ke dalam diri seorang penulis era.id untuk membuat surat terbuka ini. Tentu saja, aku tak bisa menyentuh susunan huruf di keyboard komputer tanpa merasuk ke dalam diri penulis linglung ini. Lagipula, tanganku terbungkus kain, toh? Jadi, begitulah ceritanya hingga surat terbuka ini mulai aku tulis.
Keresahanku bermula dari video viral yang diunggah akun YouTube Dunia Nyata. Dalam video yang diunggah pada 10 Januari 2019 lalu itu, tampak tayangan ketika kawan pocongku menampakkan diri di hadapan seorang pria yang tengah duduk di sebuah gubuk bambu. Miris bagi kami, bukannya pingsan, lari pontang-panting seperti Dorman dan Bokir dalam film Malam Satu Suro, pria itu malah mengambil ketapel di tasnya. Dan dengan kurang ajarnya, ia arahkan tembakan ketapel itu ke kawan pocongku.
"Teman-teman, ada pocong. Ya, kita ketapel ya teman-teman ya pocongnya ... Enggak kena, teman-teman. Gila, ketapelnya sudah begini besar," kata si pembully berwajah sensor di dalam video tersebut sebelum dan sesudah melancarkan serangan ketapel kepada teman pocongku yang malang.
-
Heboh Poster Serial Love and 10 Million Dollars, Begini Kata Produser
14 Apr 2026 10:211 -
2
-
Wregas Bhanuteja Bongkar Produksi Film Para Perasuk, Libatkan Ribuan Pemeran Pendukung
14 Apr 2026 19:043 -
Tiket Ludes Hitungan Menit, Promotor Tambah Jadwal Konser EXO di Jakarta
14 Apr 2026 17:204 -
Mahasiswa Demo Lagi di MK, Desak Penyiram Air Keras Andrie Yunus Diseret ke Peradilan Umum
14 Apr 2026 21:215