Tata Cara, Niat, dan Pelaksanaan Salat Tarawih di Rumah

Tim Editor

Ilustrasi (Rudolf Langer/Pixabay)

Jakarta, era.id - Salat sunah tarawih merupakan ibadah yang hanya bisa dikerjakan saat bulan Ramadan tiba. Kendati pemerintah belum secara resmi menetapkan 1 Ramadan 2020. Namun, Muhammadiyah telah merilis hasil hisab yang menentukan awal bulan Ramadan yakni pada Jumat, 24 April 2020.

Di tengah pandemi virus korona baru (COVID-19) Kementerian Agama (Kemenag) pun mengimbau agar umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan, termasuk salat tarawih di rumah. Hal itu sebagai upaya physical distancing (jaga jarak fisik) untuk memutus mata rantai virus.

Tapi bagaimana caranya?

Secara khusus, tidak ada perbedaan pada tata cara salat tarawih di masjid dan di rumah. Masyarakat dapat melakukan salat tarawih di rumah secara berjemaah dengan sedikit orang atau sendiri (infirad).

Adapun lafal (pengucapan) niat salat tarawih, baik sebagai imam, makmum, atau sendiri (infirad) adalah sebagai berikut, seperti dikutip dalam kitab Irsyadul Anam karya Sayyid Utsman bin Yahya, seperti dilansir NU Online.


Ilustrasi (Fuzz dari Pixabay) 

1. Lafal niat salat tarawih sebagai imam

Ushalli sunnatattarwhirakatayni‘atayni mustaqbilal qiblatiadanimmanlillhital lill?hi ta‘?l?. 

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT." 

2. Lafal niat salat tarawih sebagai makmum

Ushalli sunnatattarwhirakatayni‘atayni mustaqbilal qiblatiadanmammanlillhitalman lill?hi ta‘?l?. 

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."

3. Lafal niat salat tarawih sendiri (infirad)

Ushalli sunnatattarwhirakatayni‘atayni mustaqbilal qiblatiadanlillhitalll?hi ta‘?l?.

Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT."

Adapun jumlah salat tarawih sendiri sama dengan jumlah salat tarawih berjemaah, yaitu maksimal 20 rakaat dan minimal dua rakaat. Mereka yang salat sendiri dapat memilih surat mana saja yang mudah baginya untuk dibaca setelah Surat Al-Fatihah. Karena membaca surat setelah pembacaan surat Al-Fatihah bersifat sunah. Artinya, tidak dikerjakan tidak apa-apa. Namun, jika dikerjakan menambah pahala.

Jadi, secara teknis, salat sunah tarawih sendiri menurut Madzhab Imam Syafii’i adalah sebagai berikut: 1. Pelafalan niat shalat tarawih; 2. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram; 3. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati; dan 4. Baca taawudzwudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca salah satu surat pendek Al-Qurian dengan jahar (lantang). 

Kemudian 5. Rukuk; 6. Itidal; 7. Sujud pertama; 8. Duduk di antara dua sujud; 9. Sujud kedua; 10.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua; 11.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama; dan 12. Salam pada rakaat kedua. Terakhir membaca istighfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai salat tarawih.

Salat tarawih sendiri dapat dikerjakan secara ringkas dengan membaca surat-surat pendek setelah Surat Al-Fatihah. Tetapi Salat tarawih sendiri juga dapat dikerjakan secara lama dengan memilih surat-surat panjang dalam Al-Quran.

Tag: eramadan

Bagikan: