Berapa Gaji Astronot NASA?

Tim Editor

    Grup 14 astronot NASA yang diumumkan pada tahun 1992 (Wikimedia Commons)

    Houston, era.id - Apa teka-teki terbesarmu tentang luar angkasa? Mungkin, kenapa planet Mars berwarna merah? Atau berapa gaji seorang astronot NASA?

    Sebuah video yang diunggah oleh WIRED membahas 50 pertanyaan paling dicari di Google seputar ruang angkasa. Wired mengumpulkan beberapa astronot NASA dan kontributor program One Strange Rock.

    Para astronot ini adalah Jeffrey Hoffman, Chris Hadfield, Jerry Linenger, Leland Melvin, Mae C. Jemison, Mike Massimino, dan Nicole Stott.

    Pertanyaan yang diajukan ternyata cukup unik. Ambil contoh: apakah burung bisa terbang di luar angkasa? Para astronot menjawab bahwa itu tidak mungkin terjadi.  "Itu hanya mungkin ketika burung itu berada di dalam pesawat luar angkasa." kata Jeff Hoffman.

    Dia adalah astronot National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang pada tahun 1993 berangkat keluar angkasa untuk membenahi teleskop Hubble. Saat ini ia menjadi profesor aeronautika di Massachussets Institute of Technology (MIT).

    Dari total 50 pertanyaan yang diajukan, mungkin ada satu pertanyaan yang dijawab dengan candaan yang kompak. Pertanyaan itu adalah: Berapa gaji seorang astronot NASA?

    Dengan kompak para astronot tersebut menjawab, “Tak sepeserpun!” Tentu saja mereka bercanda. Gaji astronot dalam satu tahun, seorang astronot NASA menerima gaji antara 65.000 - 100.000 Dolar Amerika atau setara Rp990 juta - Rp1,4 milyar. Angka yang fantastis!
     


    Selain pertanyaan-pertanyaan tentang fakta luar angkasa, para astronot NASA ini juga membahas salah satu planet yang paling dibicarakan di alam semesta saat ini, yaitu planet Mars.

    Badan Antariksa Amerika Serikat sendiri memiliki program bernama Mars Exploration Program yang dibentuk pada tahun 1993. Bertujuan untuk mengeksplorasi si Planet Merah, program ini didanai sebagai program jangka panjang.

    Robot-robot dikirimkan ke Mars untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya kehidupan di Mars, juga mengenai kondisi iklim dan sumber daya alam.



    Saat ini memang belum terdeteksi apakah ada mahkluk hidup di Mars. Namun, di planet dengan suhu permukaan rata-rata -81 derajat Celcius, dan panjang tahun yang setara 687 hari di Bumi, manusia memiliki harapan bakal memulai kehidupan di Mars.

    Wawancara menarik dengan para astronot NASA ini diakhiri dengan pertanyaan paling populer di Google: berapa lama waktu yang digunakan untuk mencapai Mars?

    "Enam Bulan," kata seorang astronot, Chris Hadfield.

    "Tergantung,” kata Hoffman lagi. “Waktunya bisa antara enam hingga sembilan bulan. Suatu saat kita bisa melakukannya dengan lebih cepat," kata Hoffman.

    Bagikan :


    REKOMENDASI