Mengenal Centennial Light, Lampu Pijar yang Menyala Sejak 1901

Tim Editor

Ilustrasi: lampu pijar listrik ditemukan Thomas Alva Edison sekitar tahun 1879 di laboratoriumnya di Menlo Park, New Jersey, AS. (Foto: oinonio/Flickr)

ERA.id - Pada tahun 1879, Thomas Alva Edison menemukan bahwa satu lampu pijar dengan filamen khusus 'hanya' bisa menyala hingga 1.200 jam. Maka, barangkali ia akan bangga bahwa tiga puluh tahun kemudian, para penerusnya berhasil menciptakan lampu pijar yang masih menyala hingga sekarang, alias selama 119 tahun terakhir.

Lampu pijar Livermore Centennial, yang terletak di kantor pemadam kebakaran 4550 East Avenue, Livermore, California, AS, telah menyala sejak dipasang pada tahun 1901. Berdasarkan laporan terakhir tahun 2010, lampu pijar itu menyala dalam kekuatan 4 watt selama 24 jam penuh sebagai alat penerangan di kantor tersebut.

Seperti dijelaskan di situs Askinglot, lampu pijar tersebut menggunakan filamen tungsten. Bila ditanyakan soal apakah lampu pijar bisa menyala selamanya, jawabannya adalah 'bisa'. Ukuran filamen yang lebih panjang dan tipis akan mencegah temperatur pijar terlalu panas, meski nanti cahayanya akan cenderung berwarna merah alih-alih putih.

Lampu pijar Livermore Centennial atau Centennial Light sendiri berukuran 7,62 cm (3 inci) dan terbuat dari kaca dan filamen karbon. Selama ini, sesuai letak penyimpanannya, ia dijaga oleh Departemen Pemadam Kebakaran kota Livermore-Pleasanton. Kantor tersebut mengklaim bahwa lampu pijar itu hanya pernah dimatikan beberapa kali saja.

Penemuan lampu pijar dianggap salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia, setelah manusia purba berhasil menciptakan api. Lampu pijar membantu manusia beraktivitas setelah matahari terbenam, menambah panjang jam kerja manusia. Cahaya lampu juga membuat perjalanan manusia di kala gelap menjadi lebih aman.

Sebelum era 1850an, lampu gas sebenarnya sudah ditemukan dan banyak dipakai. Namun, lampu listrik, yang ditemukan tahun 1809, dianggap lebih aman dipakai namun terlalu terang jika digunakan di dalam ruangan kecil. Maka, dibutuhkanlah teknologi lampu listrik dengan cahaya yang lebih temaram.

Pada Januari 1879, di laboratoriumnya di kota Menlo Park, New Jersey, AS, Thomas Alva Edison telah menciptakan lampu listrik pijarnya yang pertama. Lampu ini bekerja dengan menyalurkan listrik ke sebuah filamen dari bahan platinum tipis yang ditempatkan ke dalam bohlam hampa udara. Sayangnya, saat itu, lampu pijar Edison hanya mampu menyala selama beberapa jam. Ia perlu melakukan percobaan hingga 2.000 kali gagal.

Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar listrik pada tahun 1879 di laboratoriumnya di Menlo Park, New Jersey, AS. (Dok: @buenosdiasmerida/Instagram)

Edison baru berhasil menemukan lampu pijar yang baik pada sekitar tahun 1880. Di tahun itu pula ia mematenkan lampu pijar buatannya.

Di tahun 1879, ongnkos pembuatan lampu pijar mencapai 40.000 dolar AS, atau setara 850.000 dolar AS (Rp12,45 miliar) bila disesuaikan dengan inflasi, karena Edison gagal ribuan kali menciptakan lampu pijarnya itu. Namun, pada akhirnya ia berhasil. Dan seperti dicatat sejarah, pada malam Tahun Baru 1880, 3.000 orang mengunjungi laboratoriumnya di Menlo Park untuk menyaksikan 40 lampu pijar menyala dengan indah.

Tag: yang unik

Bagikan: