Facebook Uji Coba Fitur Kencan Daring via Video, Tanpa Perlu 'Swipe'

Tim Editor

Ilustrasi kencan online via smartphone. (Foto: Pratik Gupta/Unsplash)

ERA.id - Facebook kini sedang menguji coba aplikasi kencan, alias dating app, berformat video dengan nama Sparked. Aplikasi ini kelak bisa diikuti dengan hanya bermodal akun Facebook, dan 'matching' akan dimediasi oleh tim kurasi dari media sosial tersebut.

Berdasar laporan The Verge, (13/4/2021), aplikasi Sparked ini diciptakan agar seseorang bisa "berkencan via video dengan orang-orang ramah." Aplikasi tersebut, seperti dilaporkan media yang sama, tidak akan menggunakan metode 'swipe' atau direct message (DM), dan bisa digunakan secara gratis.

Orang-orang yang terdaftar di Sparked akan dipertemukan melalui percakapan video selama 4 menit. Namun, jika kedua pihak yang bertemu itu merasa sama-sama suka, mereka dipersilakan bertemu lagi dalam percakapan video 10 menit. Di titik ini, kedua pihak disarankan untuk bertukar kontak atau menjaga hubungan via Instagram, iMessage, atau surel.

Dari laporan The Verge bisa diketahui bahwa satu elemen inti dalam Sparked adalah intensi seseorang dalam mendaftarkan diri di layanan tersebut.

"Di dalam proses pendaftaran, terlihat bahwa keramahan menjadai tema utama di dalam aplikasi ini," sebut The Verge. "Saat mendaftar, pengguna harus mengetikkan pendapat kenapa mereka bisa dianggap sebagai orang yang ramah."

"Aplikasi itu menyebut bahwa jawaban pendaftar akan 'ditinjau oleh staf manusia di Sparked' sebelum para pengguna bisa memasuki sesi kencan kilat."

Aplikasi tersebut juga bakal meminta pengguna untuk memilih apakah mereka mau berkenalan dengan perempuan, laki-laki, atau kaum non-binary. Juga pengguna akan ditanyai apakah berkenan berkenalan dengan pengguna transgender.

Laporan The Verge mencantumkan konfirmasi dari juru bicara Facebook bahwa keberadaan uji coba aplikasi Sparked itu benar. Namun, pembuatan aplikasi itu masih dalam tahap "eksperimen awal" dan pengujian dalam level uji coba beta skala kecil.

Sparked akan menjadi produk kencan kedua yang dibikin Facebook, setelah Facebook Dating, yang terintegrasi dalam aplikasi Facebook dan dirilis di AS pada 2019. Sejak itu, Facebook Dating telah dirilis di sejumlah negara tapi masih belum terlalu populer.

Konsep kencan kilat via video menjadi cukup populer di tengah situasi pandemi, ketika orang-orang terpaksa berdiam di rumah dan kehilangan interaksi langsung. Konsep ini pertama kali diadopsi The League pada 2019, kemudian diikuti aplikasi Hinge dan Tinder.

Tag: facebook media sosial pandemi COVID-19 kencan online

Bagikan: