Tim DVI Cari Sikat Gigi Korban Ledakan Kembang Api

Tim Editor

Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran Kepolisian, Kombes Pol. Sumirat Dwiyanto. (JAFRIYAL/era.id)

Jakarta, era.id - Tim DVI (Disaster Victim Identification) RS Polri menyatakan, masih kesulitan menghimpun data antemortem 16 jenazah korban ledakan pabrik kembang api yang belum teridentifikasi. Petugas forensik harus jemput bola mengorek informasi dari Ketua RT dan RW Desa Belimbing, Kosambi, Tangerang di tempat kejadian. 

Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran Kepolisian, Kombes Sumirat Dwiyanto mengatakan, tujuan penelusuran itu mencari data antemortem korban yang tidak memiliki keluarga.

"Untuk antemortem kita masih membutuhkan khususnya barang-barang beberapa dari korban tidak memiliki keluarga artinya dia di kosambi hidup sebatang kara. Makanya, kita tidak bisa menemukan data DNA korban." tutur Sumirat, Jumat (03/11/17).

Selain meminta keterangan ketua RT dan RW, polisi juga mencari barang-barang pribadi milik korban yang masih tersisa. Lewat barang-barang pribadi tersebut polisi berharap bisa mendapat DNA korban.

"Oleh karena itu, kita masih meminta kepada tetangga, pak RT atau pun pak RW agar bisa mendapatkan data-data tersebut. Beberapa yang kami minta adalah barang-barang pribadi. Ada sikat gigi ada topi ada kerudung apa pun yang melekat. Termasuk untuk yang perempuan juga poles bedak atau lipstik. Mungkin pakaian dalam, pokoknya yang sifatnya pribadi mudah-mudahan bisa membantu proses identifikasi korban." lanjut Sumirat.

Hingga hari ini sudah ada 33 jenazah yang berhasil teridentifikasi. Sebanyak 9 jenazah berjenis kelamin laki-laki, 24 jenazah berjenis kelamin perempuan. Masih ada 16 kantong jenazah yang belum teridentifikasi. Polisi optimis semua kantong jenazah bisa teridentifikasi dan dikembalikan ke keluarga.

Bagikan: