Hottest Issue Malam, Jumat 16 November 2018

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Selamat malam para pembaca yang budiman. Hottest Issue kembali dengan sederet berita pilihan yang penting banget untuk kalian konsumsi.

Ada kabar band Payung Teduh yang bakal mengisi soundtrack dari film terbaru Disney, Wreck-It-Ralph 2, sampai foto syur yang diduga Ketum PSI Grace Natalie tersebar di jagat maya. Untuk jelasnya, simak artikelnya berikut.

1. Beli iPhone Pakai Recehan

Banyak cara unik yang dilakukan Apple fanboy untuk mendapatkan iPhone terbaru. Bahkan kalau bisa, membeli smartphone Apple dengan uang koin recehan dalam satu bak mandi atau bathup.

Seperti dikutip dari Phone Arena, Jumat (16/11/2018), seorang remaja di Rusia membeli iPhone XS dengan cara tidak biasa. Dia membeli iPhone XS dengan ribuan uang koin ruble dalam satu bak mandi yang diklaim memiliki berat mencapai 350 kilogram.

Bahkan agar sampai ke Apple Store yang ada di pusat perbelanjaan di Moskow, mereka harus menggotong bak mandi itu secara bersama-sama. Aksi nyeleneh ini pun langsung menarik perhatian pengunjung toko dan pusat perbelanjaan lainnya.    

Baca Juga : Gokil! Remaja Rusia Beli Iphone XS Pakai Uang Receh
 

2. Lagu Payung Teduh Jadi OST

Band Payung Teduh berkesempatan untuk mengisi salah satu original soundtrack dari film terbaru Disney, Wreck-It-Ralph 2: Ralph Breaks the Internet. Ost buatan Payung Teduh ini pun akan ditayangkan di Indonesia dan Malaysia.

Single baru Payung Teduh untuk film Disney ini diberi judul Sebuah Lagu yang merupakan karya dari Alejandro Saksame (Cito). Menurutnya lagu ini terinspirasi dari karakter Ralph dan Vanellope yang menjadi tokoh utama dalam film animasi Disney ini.

Baca Juga : Payung Teduh Isi OST Film Wreck it Ralph 2

"Dikabarinnya sebulan, tapi teknisnya hanya tiga hari. Lagu ini terinspirasi dari hubungan Ralph dan Vanellope, bagaimana sahabat tetap saling memiliki satu sama lain, seberat apapun tantangan yang mereka hadapi," kata Cito seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/11/2018).
 

3. Perbaikan Data Pemilih Mundur

KPU memperpanjang masa pemutakhiran data pemilih selama 30 hari ke depan sejak Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) Pemilu 2019 yang digelar Kamis (15/11). Perpanjangan ini dilakukan karena masih terdapat sejumlah daerah yang belum selesai dilakukan coklit atau pencocokan dan penelitian alias door to door.

Komisioner KPU Viryan Aziz berharap, tidak akan ada perpanjangan lagi setelah bukan Desember. Sebab, sesuai jadwal KPU, pada Januari 2019 harus sudah mencetak surat suara.

Baca Juga : KPU Minta Sebulan Lagi untuk Cocokkan Data Pemilih

"Mudah-mudahan tanggal 15 Desember (selesai pemutakhiran data), kami berupaya pada tahapan akhir ini semuanya kita tuntaskan. Kami optimis ini semua bisa terselesaikan karena tinggal penyelesaian dan tidak lagi melakukan kegiatan lain seperti gerakan melindungi hak pilih, itu sudah tidak lagi fokus terhadap hal itu. Kini fokus merapikan data," tutur Viryan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2018).

Dalam lanjutan proses pemutakhiran data pemilih ini, KPU akan menyelesaikan data pemilih yang belum dimutakhirkan berdasarkan beberapa kategori data.     

4. Foto Syur Grace Natalie

Foto syur yang diduga Ketum PSI Grace Natalie tersebar di jagat maya. Foto itu awalnya diunggah oleh akun Facebook Srikandi Rahayu.

Dalam foto tersebut, terlihat Grace sedang berpose mengenakan pakaian dalam. Tapi foto syur tersebut ternyata manipulasi.

Wajah Grace hanya ditempel ke foto model seksi asal Jepang, Akari Asahina. Asahina merupakan aktris dan model seksi yang sering nongol di televisi Jepang.

Foto itu sebenarnya pernah beredar pada 2016 silam. Namun kembali viral setelah diunggah Facebook Srikandi Rahayu. Terkait hal ini, pihak Grace melaporkan beberapa akun Faceebook yang menyebarkan foto hoaks tersebut



5. Badan Pengawas Facebook

Menyikapi peredaran konten di platrom mereka, Facebook akan membentuk badan pengawas independen untuk menangani banding soal konten yang dihapus.

Dilansir dari Antara, Jumat (16/11/2018), laman Cnet menulis, pengguna yang kontennya dihapus oleh Facebook dapat mengajukan banding ke badan independen tersebut untuk meminta penjelasan mengapa unggahan dianggap melanggar kebijakan komunitas platform tersebut.

CEO Mark Zuckerberg dalam sebuah tulisan menyatakan pola hubungan badan pengawas dengan pengguna seperti jajaran direksi dengan pemegang saham dalam sebuah perusahaan.

Selama ini, Facebook harus menghadapi pertanyaan seputar batasan apa yang dapat diunggah di platform, siapa yang memutuskan kebijakan dan tindakan serta siapa yang memastikan orang-orang tersebut terpercaya.    

Baca Juga : Facebook Akan Bentuk Badan Pengawas Independen


(Ilustrasi/era.id)

Tag: hottest issue

Bagikan: