Pemilu Indonesia yang Tersulit di Dunia

Tim Editor

Ilustrasi (era.id)

Jakarta, era.id - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman membenarkan Pemilu Presiden dan Legislatif di Indonesia pada 2019 adalah Pemilu paling sulit di dunia karena akan dilakukan secara serentak.

"Pak Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang menyatakan Pemilu di Indonesia itu tersulit di dunia, jadi itu memang betul karena baru tahun ini pileg dan pilpres di gelar secara serentak," kata dia, dalam kuliah umum di Gedung Rektorat Universitas Jambi, Mendalo, Muarojambi, Jumat (23/11/2018).

Pada 2019, Indonesia pertama kali akan menggelar pemilu, yakni pemilihan legislatif DPR, DPD, DPRD dan Pemilihan Presiden secara berbarengan dengan sistem pemilihan langsung.

Hal itu menurut dia, menjadikan pemilihan umum di Indonesia menjadi pemilu yang tersulit di dunia, ditambah lagi jumlah penduduk yang berjumlah sekitar 250 juta jiwa dan wilayah Indonesia yang sangat luas.

Selain itu di Indonesia terdapat lebih dari 700 suku dan ratusan bahasa daerah yang aktif. Pada kuliah umum dengan tema "Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia" yang diikuti ratusan mahasiswa Unja itu, dia mengatakan, dalam memutus perselisihan hasil pemilu adalah salah satu kewenangan MK yang diamanatkan oleh UUD 1945.

"Dalam pengujian UU itu, putusan lembaga tersebut terkait perselisihan hasil pemilu bersifat final dan mengikat," katanya.

Pihaknya memprediksi sengketa pemilihan umum pada 2019 meningkat dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, sehingga MK harus siap menangani perkara sengketa hasil pemilihan umum.

"Penyelenggaran sidang sengketa Pileg dan Pilpres 2019 adalah sebuah amanah konstitusi demi terwujudnya negara hukum yang demokratis," kata Anwar Usman.

Tag: pemilu 2019

Bagikan: