Kubu Jokowi: Siapa Sebenarnya yang Mengkriminalisasi?

| 14 Dec 2018 18:48
Kubu Jokowi: Siapa Sebenarnya yang Mengkriminalisasi?
Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago (Wardhani/era.id)
Jakarta, era.id - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menyebut, Joko Widodo sebelumnya memilih tidak mengklarifikasi isu keterlibatannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Apalagi selama ini, Jokowi terus memfokuskan diri untuk bekerja. Namun, isu ini mau tidak mau harus diluruskan karena nyatanya merugikan capres petahana itu secara pribadi.

"Bahwa kemarin-kemarin beliau diam, karena sebenernya enggak mau menjawab isu-isu receh seperti itu. Tapi karena sudah kelewatan dan membunuh karakter Presiden Pak Jokowi maka kami harus lawan," kata Irma kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/12/2018).

Apalagi, kata Irma, untuk menjadi seorang pemimpin sudah ada proses screening untuk mengetahui rekam jejak seorang yang mencalonkan diri. Sehingga tak tepat jika isu tersebut terus menerus diangkat ke publik untuk menggerus elektabilitas Jokowi.

Irma juga menanggapi pernyataan Erick Thohir yang menyebut kini timnya tak akan menggunakan strategi bertahan, tetapi akan menyerang. 

Kata Irma, timnya kini tak akan diam ketika diserang dengan isu negatif. Bahkan Irma mengatakan, justru pihak lawanlah yang mengkriminalisasi kubunya.

"Sekarang waktunya kami melawan. Tidak lagi diam, tidak lagi dianiaya, tidak lagi dikriminalisasi. Selama ini mereka sibuk bilang pemerintah mengkriminalisasi, padahal yang mengkriminalisasi itu mereka," ujar Irma.

"Mereka mengkriminalisasi presiden dengan cara apa? Dengan cara kekuasaan, dengan fitnah, dengan massa. Menggunakan massa dia tekan pemerintah. Menggunakan kalau nanti jadi presiden dia atur kasus-kasus hukum. Mana boleh presiden lakukan itu? Presiden enggak ikut dalam proses yudikatif. Semua penanganan itu harus dilakukan oleh institusi hukum bukan oleh presiden," jelas Ketua DPP NasDem tersebut.

Meski akan menggunakan strategi menyerang, namun semua tim kampanye paslon nomor urut 01 itu akan tetap mengedepankan penggunaan data seperti biasanya. 

Selain itu, Irma mengaku pihaknya tak akan segan-segan membuat pelaporan kepada aparat kepolisian atau pihak berwajib jika masih ada yang menyebarkan isu hoaks.

"Kalian enggak boleh lagi bicara-bicara hoaks karena kami akan laporkan pada pihak yang berwajib kalau mereka berkata tidak benar. Itu yang akan kami lakukan," ungkapnya.

Supaya kalian tahu, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir ingin timnya bergerak lebih menyerang.

"Jangan sampai begini, selama ini kami lihat kami terus yang dilaporin. Sudah gitu mending yang dilaporin benar, yang dilaporin kebanyakan yang disalah-salahin," kata Erick Thohir kepada wartawan di Hotel Acacia, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (13/12).

Ia ingin timnya bergerak menyerang karena selama ini banyak isu yang dialamatkan kepada calon petahana tersebut. Isu itu pun dianggap merugikan buat mereka. 

"Tadinya kami defensif karena kami menganggap ini juga merupakan kampanye yang baik. Tapi karena kemarin kami sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kami harus ofensif sekarang," ujar pengusaha media tersebut.

Baca Juga : Erick Thohir ke Prabowo: Minta Maaf Kok Berkali-Kali

 

Rekomendasi