Biang Kerok Kerusuhan Aksi 21-22 Mei Mulai Terkuak

| 27 May 2019 18:59
Biang Kerok Kerusuhan Aksi 21-22 Mei Mulai Terkuak
Konferensi pers kasus kerusuhan 21-22 Mei. (Diah/era.id)
Jakarta, era.id - Ada satu aktor intelektual yang menjadi dalang dan menyiapkan dana kepada enam pelaku kepemilikan senjata tajam. Aktor tersebut juga terlibat dalam rencana pembunuhan sejumlah tokoh nasional dalam kerusuhan 21-22 Mei. 

Setidaknya itu yang disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam konferensi pers siang tadi. Kata Iqbal, pihaknya juga sudah mengantongi identitas seseorang mastermind yang memberi perintah. Kini, polisi sedang melakukan pendalaman terlebih dahulu sebelum membukanya ke publik.

Diketahui, ada enam tersangka yang ditangkap polisi, yakni berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD, dan AF. 

"HK menerima perintah dari seseorang. Seseorang ini pihak kami sudah mengetahui identitasnya. Sedang didalami," ungkap Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal, Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

(Ilham/era.id)

Aktor inilah yang menyuruh HK untuk membeli senjata api ilegal lewat pimpinan tim yaitu HK, sejak 1 Oktober 2018. HK diperintah membeli sepucuk senjata laras pendek dan 2 pucuk laras pendek juga di Kalibata. 

Tak hanya itu, pada 13 Oktober 2018, sesuai perintah sang aktor, HK memberi satu pucuk revolver kaliber 38, tanggal 5 maret 2019 HK membeli satu pucuk senjata meyer kaliber 22, dua pucuk senjata rakitan kaliber 22, serta senjata api laras pendek col 22. 

Lanjut, 14 Maret, HK mendapat uang dari sang aktor sebanyak Rp150 juta. Dari uang tersebut, HK membagi Rp25 juta untuk merencanakan penembakan kepada dua pejabat negara. 12 april 2019, HK mendapat perintah kembali untuk membunuh 2 tokoh nasional lainnya. 

Masih di bulan April, selain ada perencanaan untuk membunuh target tokoh nasional yang telah ditentukan, terdapat perintah lain untuk membunuh seorang pimpinan satu lembaga survei swasta. 

"Saat ini sedang proses pendalaman, penyidikan, saat semakin mengerucut akan disampaikan ke publik," terangnya.

Supaya kamu tahu, kepolisian kembali mengamankan kelompok yang ingin memanfaatkan momen aksi 22 Mei untuk melakukan tindak kejahatan. Setidaknya ada enam tersangka yang diciduk karena memiliki senjata api berikut amunisi dan rencana pembunuhan.

"Kasus kepemilikan senjata api ilegal yang akan digunakan dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei 2019 dan rencana pembunuhan," kata Iqbal.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 1 Undang-Undang (UU) Darurat No. 12/1951 tentang Senjata Api. Mereka diancam hukuman maksimal seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara. 

Rekomendasi