Semoga Tak Ada Lagi Demo Jelang Sidang MK

Tim Editor

Demo di depan Bawaslu 21 Mei lalu (Anto/era.id)

Jakarta, era.id - Sebuah imbauan dikeluarkan Menko Polhukam Wiranto. Dia berharap banyak supaya tak ada lagi kontenstan pilpres yang mengirim massa ke Mahkamah Konstitusi pada sidang pendahuluan sengketa gugatan 14 Juni mendatang.

"Kami juga mengimbau kepada teman-teman kontestan yang ada niat untuk mengerahkan massa, janganlah dilakukan. Karena apa, karena proses hukum kan sedang berjalan, proses yang sangat elegan, terhormat, bermartabat biar berjalan dulu," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Wiranto bilang, sebaiknya biarkan saja proses hukum di MK berjalan dengan normal, tanpa adanya intervensi dari demonstran. Apalagi, kata dia, persidangan MK ini sudah kesepakatan dari kontestan.

"Itu masuk dalam keputusan masuk di wilayah hukum dalam penyelesaian sengketa-sengketa pemilu. Itu kan baguskan, makanya kita mengharapkan konsisten agar semua keputusan MK nanti dapat diterima semua pihak. Karena merupakan keputusan yang jujur adil dan transparan kan begitu," bebernya.

Namun pemerintahan tetap akan siaga menjaga keamanan. Wiranto memastikan gabungan pasukan TNI dan Polri bakal mengamankan terkait kemungkinan adanya unjuk rasa pada nanti. Tidak hanya itu, aparat keamanan juga dikerahkan untuk menjaga kota-kota lain yang memang ada indikasi pengerahan massa.

Seperti diketahu, Mahkamah Konstitusi (MK) akan mendahulukan sidang gugatan sengketa pilpres. Sesuai jadwal, MK menjadwalkan sidang perdana gugatan sengketa Pilpres pada 14 Juni dan sidang putusan pada 28 Juni.

"Pasti Pilpres dulu diselesaikan. Sebab 28 Juni insyaallah MK sudah akan memutuskan sengketa hasil Pilpres. Baru setelah itu 1 Juli kita meregistrasi perkara sengketa hasil pileg sampai nanti diputus 9 Agustus," ucap jubir MK, Fajar Laksono beberapa waktu lalu.


 

Tag: perlawanan terakhir prabowo

Bagikan: