Yang Menarik dari Kongres PDI Perjuangan

| 08 Aug 2019 13:52
Yang Menarik dari Kongres PDI Perjuangan
Kongres V PDIP (Wardhany/era.id)
Bali, era.id - Kongres V PDI Perjuangan dilaksanakan 8-11 Agustus di Bali. Acara tersebut dibuka hari ini. Sebelum acara ini dimulai, panitia mengklaim akan mengkampanyekan gerakan kurangi plastik saat pelaksaan kongres.

Tim era.id mengamati soal gerakan kurangi plastik ini. Untuk memastikan itu, era.id melihat bawaan kader PDIP. Mereka ternyata memiliki botol air minum berwarna merah berlogo partai dan tulisan 'Kongres V PDI Perjuangan'.

Botol plastik Kongres PDIP (Wardhany/era.id)

Kemudian, di beberapa sudut lokasi kongres, di hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, ditempatkan stasiun pengisian botol minum. 

Stasiun pengisian botol minum ini bentuknya berupa meja panjang lengkap dengan dispenser berupa guci keramik dan galon plastik dengan stiker PDIP. Galon itu diproduksi pabrikan air mineral Sangsang yang berasal dari Bali. 

Ada lima dispenser di setiap stasiun pengisian air minum. Tentunya, lokasi ini jadi yang sering dikunjungi para kader karena cuaca Bali sedang panas-panasnya. 

Stasiun pengisian air minum di Kongres V PDIP (Wardhany/era.id)

Sepengamatan tim era.id, tak adanya penggunaan minuman kemasan di area berlangsungnya kongres. Selain itu, tak ada penggunaan plastik yang digunakan untuk dekorasi acara ini. Dekorasi kongres lebih banyak menggunakan bahan dari janur yang berasal dari daun pohon kelapa. 

Ketua Panitia Pelaksana Kongres V PDIP I Wayan Koster berjanji tak akan menggunakan plastik sekali pakai di dalam penyelenggaraan kongres. 

"Tidak ada penggunaan plastik sekali pakai yang sesuai dengan aturan Gubernur tentang larangan penggunaan plastik sekali pakai," kata Koster saat membacakan laporan ketua panitia pelaksana di acara pembukaan kongres, Kamis (8/8/2019).

Tak hanya itu, Ketua Steering Commitee Djarot Saiful Hidayat menegaskan PDIP berkomitmen tak meninggalkan sampah plastik dari pelaksanaan acara ini. 

"Meskipun ini ajang besar kita takkan tinggalkan sampah plastik," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut beberapa waktu lalu.

Yang menarik selain plastik adalah kehadiran tamu istimewa

Hari ini, Kongres PDIP dibuka. Sejumlah politikus diundang hadir. Seluruh ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Kerja yang merupakan pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pemilu 2019, diundang menghadiri kongres ini. Hanya Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang tak hadir dan diwakilkan Sekjennya, Hanif Dhakiri.

Menariknya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir di acara ini. Ini menjadi menarik karena Prabowo adalah rival Jokowi-Ma'ruf di Pemilu 2019. Prabowo datang bersama rombongannya. Ketika tiba di lokasi kongres, dia diantar Ketua DPP PDIP Bidang Hukum Trimedya Panjaitan.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta seluruh kader PDIP tak menyoraki Prabowo. Saat Prabowo tiba, kader PDIP pun bersorak, "Hidup Pak Prabowo! Hidup Pak Prabowo".

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadiri Kongres  V PDIP (Wardhany/era.id)

Yang menjadi sorotan lainnya adalah kehadiran sosok mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP). Dia datang ke kongres ini menggunakan seragam partai berwarna merah. Kehadirannya ini memicu orang untuk melakukan foto bersama. ini merupakan penampilan pertamanya menggunakan kemeja partai. Sebab, sebelumnya dia memang tak terafiliasi dengan partai manapun.

Basuki Tjahaja Purnama hadiri Kongres V PDIP (Wardhany/era.id)

Kongres ini juga dihadiri Presiden Joko Widodo. Dia datang menggunakan baju adat bali yang dibuat dengan kain beludru berwarna merah marun lengkap dengan udeng (penutup kepala adat Bali). 

Jokowi duduk persis di sebelah kanan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara Ma'ruf duduk di sebelah kiri Megawati.

Kongres V PDIP ini dihadiri oleh belasan ribu kader dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo kemudian dilanjutkan dengan pidato politik dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kongres ini akan mengukuhkan Megawati Soekaroputri jadi ketua umum PDIP periode 2019-2024, serta memutuskan arah politik partai lima tahun ke depan.

Rekomendasi