Anies Punya Alasan Kenapa Ingub Larangan Jualan Kurban Boleh Dilanggar

Tim Editor

Penjualan hewan kurban di trotoar (Foto Wardhany Tsa Tsia/era.id)

Jakarta, era.id - Selalu ada alasan kenapa orang boleh melanggar aturan yang berlaku. Karena Pemprov DKI pun melakukan itu dalam Instruksi Gubernur Nomor 46 Tahun 2019 Tentang Pengendalian dan Penampungan Hewan dalam Rangka Iduladha 2019/1440 H.

Aturan itu berisi larangan pedagang hewan kurban berjualan di trotoar, jalur hijau, taman kota, serta fasilitas umum. Toh kenyataan di lapangan, ada trotoar yang diperbolehkan jadi lahan berdagang hewan. Lihat saja di kawasan Tanah Abang, tepatnya di Jalan KH Mas Mansyur. 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku memang memberikan pengecualian khusus kepada wali kota di sana untuk memperbolehkan pedagang hewan kurban berjualan di trotoar. Pengecualian diberikan khusus untuk kawasan yang tidak memiliki lahan kosong berjualan hewan kurban. 

"Saya berikan diskresi kepada wali kota untuk mengatur pelaksanaan (lokasi dagang hewan kurban) disesuai situasi lapangan," kata Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2019).

Secara prinsip, Anies memang mengakui kalau berjualan di trotoar tidak boleh. Apalagi dengan kehadiran Instruksi Gubernur Nomor 46 Tahun 2019 yang dia teken sendiri.



Gubernur DKI Anies Baswedan (Foto: Mahesa ARK/era.id)

Belum lagi aturan soal penyalahgunaan fungsi trotoar sebagai hak pejalan kaki jelas dilarang dalam dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Kemudian Pasal 34 ayat (4) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 yang menegaskan trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Anies membela diri. Dia berdalih dengan realitas, ada wilayah yang tidak memiliki kawasan memadai untuk dijadikan tempat berjualan. Merujuk alasan itu, penjualan hewan kurban boleh dilakukan di trotoar di wilayah tertentu.

"Secara prinsip memang dilarang berjualan di trotoar. Hanya, trotoar di Jakarta enggak sama di semua tempat. Ada yang lebarnya 1,5 meter ada yang lebarnya 5 meter," jelas Anies. 

"Kalau enggak ada pilihan, (lokasi penjualan kurban) dikasih tulisan (khusus). Sudah saya sampaikan ke wali kota," tambahnya.

Berbeda dari sikap Anies pada 2018 lalu, di mana ia melarang tegas penjualan hewan kurban dilakukan di atas trotoar. Bahkan tak ada instruksi diskresi atau pengecualian kepada wali kota.

Tag: kepemimpinan anies-sandi pemprov dki jakarta hari raya idul adha mari berkurban

Bagikan: