Menjajal Jalur Sepeda Fase Dua di Jakarta

Tim Editor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta rombongannya menjajal jalur sepeda fase dua (Diah/era.id)

Jakarta, era.id - Jalur sepeda fase dua resmi diuji coba oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia menjajal jalur yang dibuat dari Jalan RS Fatmawati Raya, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, sampai Jalan Sudirman dengan titik akhir Bundaran HI. 

Dalam uji coba, Anies didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo, Dirut PT MRT Jakarta William Syahbandar, serta sejumlah masyarakat. Tak luput, beberapa publik figur seperti Dimas Seto, Dhini Aminarti, Teuku Wisnu Arie Untung, dan Marcella Zalianty ikut meramaikan uji coba ini. 

Anies memilih menjajal jalur sepeda di pagi hari di akhir pekan. Pada waktu ini, matahari belum terlalu menyengat. Berdasarkan sejumlah riset, sinar matahari pagi juga bagus untuk kesehatan kulit. 

Saat bersepeda, Anies sengaja mengenakan kemeja lengan pendek, celana jins, dan sepatu semi pantopel. Ia ingin menunjukkan bahwa bersepeda tak cuma sebagai kegiatan berolahraga. 

"Kita mengajak semuanya bahwa bersepeda itu sesuatu yang tidak merepotkan. Cukup bawa sepeda saja, pakaiannya juga pakaian biasa saja. Jadi, sepeda bukan sebagai alat olahraga saja, tapi juga sebagai transportasi," kata Anies di Terowongan Kendal, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta rombongannya menjajal jalur sepeda fase dua (Diah/era.id)

Di perjalanan, Anies bersama rombongan sempat berhenti di Stasiun MRT Cipete untuk beristirahat dan mengambil minuman dari stan yang telah disediakan, sebelum melanjutkan perjalanan. 

Memasuki Jalan Sisingamangaraja hingga kawasan Stasiun MRT Asean, sebagian jalur sepeda ditandai dengan marka putus-putus atau mix traffic. Di sepanjang jalan ini, kendaraan bermotor dibolehkan masuk ke jalur sepeda karena jalan tak terlalu lebar, lalu akses masuk gedung dan persimpangan. 


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta rombongannya menjajal jalur sepeda fase dua (Diah/era.id)

Memasuki Jalan Jenderal Sudirman, jalur sepeda dibelokkan masuk ke area trotoar. Sebab, trotoar di sepanjang jalan protokol ini cukup lebar untuk dibuat pembagian perlintasan sepeda dengan pejalan kaki. 

Kemudian, saat memasuki simpang susun Semanggi, jalur sepeda dibuat di jalur lambat. Meski jalan ini tidak begitu lebar dan kerap macet saat pagi dan sore hari, jalur sepeda tetap akan dibuat permanen. 

Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo bilang, pihaknya sengaja memasukkan jalur sepeda di jalan ini dengan tujuan menggenjot pengguna kendaraan pribadi mengubah kebiasaan untuk bersepeda. 

"Di bawah kolong Semanggi akan kita permanenkan. Jadi, paradigma bertransportasi sekarang tidak lagi memfasilitasi mobilitas kendaraan. Tapi, kita siapkan sarana mobilitas pendestrian dan sepeda," kata Syafrin. 


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta rombongannya menjajal jalur sepeda fase dua (Diah/era.id)

Rombongan memakan waktu lebih dari satu jam untuk melintas. Jalan yang ditetapkan jalur sepeda fase dua ini merupakan jalur ganjil-genap di selatan Jakarta.

Pembatas jalur ini masih dibatasi dengan marka jalan dan traffic cone. Nantinya, Pemprov DKI Jakarta akan mulai membangun pembatas jalur secara permanen, baik itu dengan proteksi menerus seperti traffic bump, ataupun proteksi dengan warna cat.

Beberapa waktu lalu, jalur sepeda fase satu telah diuji coba, mulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Proklamasi, Jalan Pramuka, dan Jalan Pemuda. 

Setelah ini, fase ketiga akan diuji coba di sepanjang 15 kilometer di Jalan Tomang Raya, Jalan Cideng Timur, Jalan Kebon Sirih, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Barat, dan Jalan Jatinegara Timur.

Uji coba masih akan dilakukan hingga 19 November 2019. Sehari setelahnya, Anies akan menerbitkan peraturan gubernur khusus jalur sepeda agar memiliki aspek legalitas. Sehingga, pelanggar kendaraan bermotor yang melintasi jalur sepeda permanen akan dikenakan tindak pidana ringan. 

"Yang dikenakan sanksi adalah jalur yang marka putihnya solid. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 2009 tentang LLAJ, pelanggaran jalur sepeda akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana 2 bulan atau denda maksimal Rp500 ribu," tutup Syafrin.

Tag: pemprov dki jakarta balap sepeda downhill megapolitan

Bagikan: