Cerita Wanita Terkaya di Afrika Sisakan Saldo Rp4,5 Juta di Rekening Sonangol

Tim Editor

Isabel dos Santos (AFP)

Jakarta, era.id - Rentetan transfer dari rekening perusahaan Sonangol - BUMN Migas milik Angola - terjadi seharian pada 16 November 2019 silam dengan nilai mencapai 38 juta dolar ke rekening bank di Dubai. Tak hanya itu, transfer dana yang diduga mengalir ke rekening pribadi seseorang itu terjadi seharian berturut-turut yakni 15 juta, dan 4 juta. Total ada 57 juta dolar (Rp518 miliar) yang ditransfer hari itu. Saat matahari terbenam, hanya ada sisa saldo sebesar 309 dolar (Rp45 juta) di rekening itu.

Laporan transaksi keuangan tersebut adalah hasil investigasi dari laporan internal Bank Sonangol terhadap wanita terkaya di Afrika Isabel dos Santos, yang sedang diselidiki oleh pemerintah Angola. Isabela adalah putri mantan Presiden Jose Eduardo dos Santos yang tumbang pada 2017 lalu setelah 40 tahun berkuasa.

Investigasi yang dilakukan pemerintah Angola berkaitan dengan manajemen Sonangol pada tahun 2016 dan 2017. Saat itu, wanita blasteran Rusia-Angola itu menjabat sebagai Direktur Utama Sonangol.

Sebagai produsen minyak terbesar kedua di Afrika, Angola memiliki kekayaan minyak yang sangat besar dan dikelola secara eksklusif oleh Sonangol. Selain itu, Sonangol mempunyai banyak anak perusahaan di sektor lain, seperti penyewaan helikopter, telekomunikasi dan properti untuk mendukung bisnis intinya. Pada 2018, omzetnya mencapai 18 miliar dolar (Rp240 triliun) per tahun.

Namun pada 2015 Sonangol berada dalam krisis. Jatuhnya harga minyak dan inefisiensi perusahaan yang sudah berlangsung lama menguras pendapatan perusahaan. Dengan minyak menjadi batu kunci ekonomi Angola, yang bertanggung jawab atas sepertiga dari PDB dan 90% dari ekspornya, Sonangol yang bangkrut akan berarti bencana ekonomi.

Pemerintah mengambil tindakan drastis. Dengan dekrit presiden saat itu, José Eduardo dos Santos, sebuah komite untuk merestrukturisasi sektor minyak Angola dibentuk, dan komite itu mengundang perusahaan Malta, Wise Intelligence Solutions, sebagai konsultan untuk memberi nasihat tentang reformasi. Pemilik Wise adalah putri presiden, Isabel dos Santos.

Dia tidak memiliki latar belakang di bidang minyak dan gas, tetapi percaya bahwa dia dipilih untuk pengalaman bisnisnya yang luas. "Mereka ingin memiliki pandangan tentang seseorang yang datang dari sektor swasta, dan agar sektor swasta melihat perusahaan negara," kata Isabel saat itu.

Enam bulan kemudian, Isabel dos Santos diangkat sebagai CEO Sonangol. Singkat cerita, 2 tahun berselang, tensi politik di Angola memanas akibat krsisi ekonomi. Presiden dos Santos pun lengser dan digantikan oleh Joao Lourenco. 

Isabel pun harus lengser dan audit keuangan Sonangol pun dimulai. Disebut sebagai wanita terkaya di Afrika, Isabel memiliki harta lebih dari USD2 miliar (Rp28 triliun) melalui saham di berbagai perusahaan Angola termasuk bank dan perusahaan telekomunikasi Unitel.


Kantor Sonangol (Guardian)

Dokumen pengadilan bertanggal 23 Desember menyatakan pemerintah yakin Isabel, suaminya Sindika Dokolo dan Chairman Banco de Fomento Angola (BFA) Mario Leite da Silva telah menyebabkan kerugian negara lebih dari USD1 miliar. Karena itu di akhir 2019 kemarin, pemerintah Angola membekukan asetnya.

"Negara melalui perusahaannya Sodiam (perusahaan marketing berlian) dan Sonangol mentransfer mata uang uang asing dalam jumlah luar biasa pada perusahaan-perusahaan di luar negeri yang penerima manfaatnya adalah para terdakwa, tanpa menerima imbalan yang disepakati. Para terdakwa mengakui keberadaan utang itu tapi menyatakan mereka tidak bisa membayarnya," ungkap pengadilan dalam dokumen yang disebut sebagai Luanda Leaks seperti dilansir Guardian, Senin (20/1/2020).

Isabel pun membantah semua tuduhan pemerintah. Ia mengatakan dugaan korupsi dan penggelapan uang perusahaan yang dituduhkan kepadanya bermotif politik.

"Hari ini saya menghadapi tuduhan yang sepenuhnya salah. Tuduhan ini sama sekali tidak memiliki dasar apa pun, dan mereka sepenuhnya bermotivasi politik," katanya kepada BBC News.

Isabel kini tinggal di Portugal dan Inggris serta memiliki banyak harta di luar negeri.
 

Tag: pohon baobab di afrika mati

Bagikan: