Misteri Durian Tak Berduri yang Langka dari Lombok

Tim Editor

Durian Gundul (Twitter Nadirsyah Hosen)

Jakarta, era.id - Buah durian identik dengan bau (atau wangi) dan kulitnya yang berduri tajam. Dari namanya saja mencerminkan buah ini berduri, tapi, bagaimana jika 'si raja buah' yang legendaris itu tidak memiliki duri yang menjadi ciri khas?

Anomali durian tanpa duri memang ada, beruntungnya durian nonduri itu berada di Indonesia. DUrian gundul atau buah gundulan hanya ada satu-satunya di dunia, yakni di kawasan lindung Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Para ilmuwan belum dapat menjelaskan bagaimana durian botak muncul. Menurut ahli botani dari Taman Buah Mekarsari, Jawa Barat, Gregori Garnadi Hambali, hal itu kemungkinan terjadi akibat dari mutasi alami atau gen resesif.

"Peluang terjadinya hal ini sangat kecil, hanya satu dari sejuta," kata ahli konservasi keanekaragaman hayati ini seperti dikutip dari SCMP, Sabtu (25/4/2020).

Durian gundul pertama kali ditemukan tak sengaja oleh warga pada tahun 2007. Satu buah durian yang 'aneh' tumbuh di pohon durian di sebuah desa di lereng Gunung Rinjani bersama sejumlah durian biasa lainnya.

Awalnya, warga pemilik pohon durian takut memakannya karena dikira beracun. Musim durian berikutnya, durian yang bentuknya mirip buah sukun tapi berwana cokelat itu kembali tumbuh. Akhirnya sang pemilik yang penasaran, akhirnya berani mencicipi dan rasanya sama seperti durian biasa. Durian 'aneh' itu punya rasa, tekstur dan aroma yang sama persis dengan buah bernama latin Durio zibethinus itu.


Maisin (SCMP)

"Alhamdulillah, dari 50 pohon, ada satu akhirnya menghasilkan buah durian gundul. Orang kini percaya adanya durian gundul," jelas Kepala Inspeksi dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat, Maisin.

Maisin menjelaskan hanya dua persen bunga yang tumbuh di pohon tunggal itu berubah menjadi durian gundul. Sisanya layu dan mati, sehingga tidak menghasilkan buah sama sekali.

"Durian gundul cenderung tumbuh hanya ketika bunga pohon jantan dan betina berada di dekatnya, menunjukkan itu adalah hasil dari gen resesif," kata Maisin.

Dari 50 cangkok yang diambil pada tahun 2007, kantor pertanian provinsi telah mampu menghasilkan lebih dari 23.000 bibit. Sebagian besar telah dikirim ke provinsi lain untuk ditanami, tetapi semuanya berduri dan ada yang tak berbuah sama sekali.

Ahli botani dari Kebun Buah Mekarsari juga mengambil cangkokan untuk diteliti dan dikembangkan. Pada tahun lalu, taman rekreasi botani yang terletak di Cileungsi, Bogor itu telah berhasil menanam 1.000 bibit. Tetapi mereka hanya berhasil menanam tiga pohon dan tidak ada buah gundulan yang mereka hasilkan.

Fakultas Pertanian Universitas Mataram juga telah mencoba untuk meneliti fenomena langka durian gundul selama empat tahun, tapi masih belum berhasil.

Berbagai metode menanam bibit sudah dilakukan, seperti metode okulasi untuk menentukan sifat dari fenomena tersebut, tapi hingga kini masih menjadi misteri.

"Jika durian gundul ini bersifat genetik, kita mungkin dapat memproduksi buah secara massal dengan metodologi kultur jaringan. Tapi, jika itu hanya mutasi, tidak ada yang bisa kita lakukan," kata peneliti dari Universitas Mataram Muhammad Sarjan.

Tag: buah

Bagikan: